PENDAHULUAN
Pelajar merupakan aktor sosial perubahan yang memiliki peran strategis dalam membangun dan memberikan kontribusi positif bagi perubahan ke arah lebih baik bagi bangsa Indonesia, khususnya, dan dunia, umumnya. Sebagai ujung tombak bagi kemajuan sebuah bangsa, maka sudah selayaknya bagi pelajar Indonesia, khususnya yang berada di luar negeri untuk mengasah intelektualitas dan kepemimpinannya. Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom (PPI UK) adalah salah satu wadah yang dapat mengembangkan jiwa-jiwa kepemimpinan tersebut. PPI UK adalah sarana yang dapat menumbuhkan kesatuan dalam suasana kekeluargaan di antara anggota-anggotanya serta menumbuhkan sikap kritis, kreatif, dinamis dan bertanggung jawab. Maka dengan ini saya ingin membangun visi, misi dan program kerja sebagai berikut.
VISI
• Menjadi organisasi pelajar Indonesia yang kokoh dan professional
• Menjadi pusat aktualisasi potensi mahasiswa Indonesia di UK
MISI
Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer
pertanyaan dari Ilham Hadiana untuk Hensi
1. Saya ingin bertanya terkait misi Anda yang ketiga "berjalannya seluruh fungsi organisasi". Apa strategi kepemimpinan Anda untuk bisa mewujudkan hal ini? Saya ingin penjelasan teknis bukan normatif.
2. Saya tidak melihat upaya yang Anda akan lakukan (jika terpilih) terhadap fungsi pemberdayaan PPI Cabang dan Perwakilan oleh PPI UK. Saya sangat yakin bahwa fungsi ini sangat penting untuk dijalankan oleh PPI UK mengingat keterbatasan2 (sumber daya, finansial, etc) PPI Cabang/Perwakilan, apalagi saya lihat Anda berasal dari PPI yang boleh dikatakan sangat kecil dari segi jumlah SDM namun saya yakin ada banyak ide-ide besar disana. Oleh sebab itu mohon penjelasan apa yang akan Anda lakukan terhadap situasi ini?
Sekian dan semoga diskusi kita akan dapat berlangsung dinamis
sinergisitas organisasi
salam kenal Bung Ilham,
trims u 2 pertanyaannya..
membangun sinergisitas internal organisasi sudah merupakan keniscayaan..dan saya ini akan menjadi hal yg rutin pertama internal pusat (antara ketua dan staf2nya) dan kedua bagi pusat thd daerah (cabang). technically, kalau internal di pusat dalam hal melakukan koordinasi dan pengawasan thd para anggota/staf. Sinergisitas tiap fungsi lembaga internal mesti dilakukan baik secara formal (rapat2) atawa informal (telpon, email, etc). Kalau untuk sinergisitas antara pusat-cabang misalnya dalam hal pendataan anggota. tentu saja pusat tidak bisa bekerja sendiri karena pada hakikatnya anggota PPI tersebar di seluruh penjuru UK..
pemberdayaan
pertanyaan kedua, mengenai pemberdayaan.
pertanyaan ini masih ada kaitannya dg pertanyaan pertama. pemberdayaan tentu saja butuh sinergisitas yg baik. ide saya misalnya pada festival budaya, tentu saja bisa melibatkan seluruh cabang PPI. Cabang2 bisa mengirimkan delegasinya dan mendirikan stan masing-masing dalam pameran shg costly akan menghemat biaya penyelenggaraan.
Hal yg lain juga bisa dilakukan dg koordinasi selanjutnya kepada seluruh cabang jkalau saya terpilih menjadi ketua..
salam,
hensi
ini nyambung aja
Leadership..walah susah men..kepemimpinan bicara dua hal gaya dan kemampuan..
Gaya bisa otoriter, demokratis dan deliberative..Mana yang dipilih monggo..
Kemampuan ini bicara anda mampu mendrive anggota, me reach your goal,me implement your policy dan me enforce your rule.
Jadi bisa aja seorang sangat otorter tapi mampu men drive anggota, dan me implement policy, dll
Atu bisa juga orang sangat demokratis tapi mampu atau malah tidak mapu melakukan semua kemapuannya tadi..
Jadi kalau ada pertanyyan bagaimana dgn PPI UK..menurut saya yang paling penting adalah kemapuan leader dan bukan pada gaya walaupun ini bisa jadi fariasi..
bisa gaya punggung atau gaya dada juga boleh tapi anggota bergerak dan organisasi berfungsi..huahau
salam
Eko
Eko Priyo Purnomo
Dept of Governmental Studies
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
penting ..
Bung Eko, pertanyaan bung Ilham saya rasa substantif-penting meski seperti yang Sampeyan katakan itu agak luas. Pemimpin atau bahkan ketua PPI-UK itu mesti punya kemampuan 'mendengar' suara dari teman-teman yang ada di UK; bukan sekedar 'melakukan' apa yang menjadi keinginannya ... kalau kandidat tidak punya sense seperti ini itu bisa jadi 'buto ijo' alias kagak sensitif ... hehe
salam,
nurwanto
memimpin dg arif
halo mas eko..gmn kbrnya? long time no see..hehe
pertama, nuwun u komennya..
kedua, kl mo sedikit menengok tt leadership ada film yg cukup bagus nih u ditonton. katanya sih film jg sbg salah satu media pembelajaran. Judulnya 'Master and Commander' dg bintang utama Russel Crowe. Kl sampeyan pernah nonton 'Beautiful Mind' nah ini dia bintangnya.
Kemampuan seorang pemimpin dalam memimpin tidak terlepas juga (sangat) dipengaruhi bagaimana (style) dia memimpin anggotanya. Bagaimanapun secara teori, personaliti seseorang akan berdampak terhadap gaya kepemimpinannya. Gaya kepemimpinan seseorang akan mempengaruhi keberhasilan/ prestasi dalam organisasi yg dia pimpin. Pemimpin otoriter bisa saja mendrive para anggotanya, namun di sisi lain ia tidak mampu memberdayakan mereka sesuai dg kapasitas mereka karena segala sesuatunya top down. Atawa sebaliknya, pemimpin demokratis bisa sangat terbuka dg segala saran dan masukan namun dia tidak memiliki pendirian untuk mengambil keputusan secara tepat dan cepat. Bayangpun semua masukan diambil dan diimplementasika, apa jadinya ntr organisasi tsb..
begitchu..
Nah, kl menurut saya sih sebenarnya seorang pemimpin itu perlu memperhatikan konteks di mana ia berada, apa peran yg seharusnya dimainkan ketika berada dalam satu tempat dan kondisi tertentu. Dia pun kudu pandai menyesuaikan dg berbagai situasi yg ada. Selain itu, diperlukan juga teknik yg baik dalam memimpin. Misalnya, dalam melakukan pendekatan kepada para anggotanya. Ada yang mungkin, perlu disentil langsung gerak. Ada juga yang butuh dimarahi baru mau bekerja
Quo Vadis Masyarakat Indonesia nya?
Mba Hensi,
Saya salut mba masih mau meluangkan waktu mba utk menjadi kandidat ketua PPI-UK.
Kalau dilihat dari misi yg mba sampaikan, saya belum melihat pemikiran mba terhadap keberadaan masyarakat Indonesia di UK dan masyarakat Indonesia di NKRI.
Sepertinya, misi yang mba usung dominan per se utk pelajar saja.
Mohon pencerahan nya yah mba.
Terima kasih atas atensi mba.
Yulian
Quo Vadis Masyarakat Indonesia nya?
salam kenal mas yulian..
trims u komen dan waktunya jg..
iya betul katanya waktu adl uang, waktu jg ibarat pedang..hehe..tinggal bgaimana kemampuan kita saja mengaturnya. betul gak?
ini sih sbenarnya bukan perkara pny waktu atawa tidak tp lebih kepada seberapa besar peran serta dan kepedulian kita u memberikan sumbangsih kepada negeri..:)
secara fungsi, org PPI memang ditujukan untuk khususnya para pelajar tp tidak menutup kemungkinan melibatkan masy lebih luas. Kl anda mencermati program saya ada banyak yg kan bisa dilakukan untuk masy UK dan NKRI. misalnya, festival budaya Indonesia sbg bentuk pengenalan budaya Indonesia kepada masy umum. Program charity events adl bentuk kepedulian sosial thd sesama. Dan juga program jaringan yg tak hanya membangun jaringan internal PPI saja tapi lebih dari itu bagaimana bisa membangun koalisi (misalnya) dg eksternal PPIUK..
demikian..
sekedar masukan
Assalam
Mbak Hensi yth,
kalo saya coba refleksikan ke masa lalu dan membandingkan organisasi mahasiswa di UK dengan yang ada di Indonesia, biasanya ada masalah2 mendasar yang selalu jadi pola mahasiswa Indonesia di kedua negara, dan itu yang saya lihat pula. Ada problem yang sama, misalnya
1. Tarik menarik antara tujuan utama di UK untuk belajar dan melakukan hal lain, seperti organisasi dsb. Umumnya, tujuan pokok mahasiswa di UK ya belajar, jadi jangan terlalu berharap akan banyak mahasiswa terlibat dengan organisasi mahasiswa. Ini kasus di Indonesia, dan saya kira di UK bisa terjadi. Pertanyaannya: Perlukah banyak mahasiswa dilibatkan dalam kegiatan PPIUK? Kalo perlu, gimana caranya? Kalo tidak, terus gimana?
2. Pragmatisme kegiatan organisasi untuk mahasiswa. Kebanyakan mahasiswa tidak mau ngurusi organisasi karena kegiatan organisasi tidak akan langsung memberi keuntungan pada kegiatan belajar mahasiswa. Ini kasus di Indonesia, dan saya kira bisa terjadi di UK. Pertanyaannya: Perlukah kegiatan PPIUK dibuat lebih berguna bagi sebanyak mungkin mahasiswa dan memenuhi kebutuhan dasar para mahasiswa? Kalo perlu, strateginya gimana dan kalo tidak apa yang akan dilakukan.
3. ada masalah2 lain yang nanti akan saya utarakan
Wassalam
Muh Rokhman
FIB UGM/SOAS Univ. London
Muh Rokhman
FIB UGM/SOAS Univ. London