You are hereForums / Groups / [PPIUK] Pernyataan Sikap: Lawan Korupsi, Usut Tuntas Skandal Bank Century!
[PPIUK] Pernyataan Sikap: Lawan Korupsi, Usut Tuntas Skandal Bank Century!
<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.01//EN" "http://www.w3.org/TR/html4/strict.dtd">
<!--~-|**|PrettyHtmlStartT|**|-~-->
<!--~-|**|PrettyHtmlEndT|**|-~-->
See what's on at the movies in your area. Find out now.
<!--~-|**|PrettyHtmlStart|**|-~-->
<!-- |**|end egp html banner|**| -->
<!-- ygrp-msg -->
<!-- Sponsor -->
<!-- |**|begin egp html banner|**| -->
Forum KiTA (Komunitas Peduli Tanah Air) Masyarakat madani yang terdiri dari sekumpulan mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang saat ini menetap di luar negeri yang peduli terhadap penegakan hukum, perang terhadap korupsi dan dibongkarnya sampai tuntas kasus skandal Bank Century. Komunikasi dilakukan secara intens melalui email dan facebook. Pernyataan Sikap Indonesia Bangkit, Lawan Korupsi, Usut Tuntas Skandal Bank Century! Facebook, 8 Desember 2009 - Sejarah Indonesia adalah narasi dialektika perjalanan sebuah negara-bangsa yang rindu akan perubahan. Cita-cita perubahan itu bersumbu, sebagaimana tertuang dalam mukaddimah UUD 1945, pada kerinduan atas kebebasan sipil dan kesejahteraan sosial yang adil dan merata. Dahulu, di awal masa-masa revolusi kemerdekaan, lawan dari cita-cita kita itu adalah kolonialisme dan agresi militer asing. Kemudian musuh bersama cita-cita kita tersebut untuk kurun 32 tahun berbentuk rejim despotik bernama Orde Baru. Kali ini, sesungguhnya musuh bersama kita adalah korupsi yang mewabah secara masif di setiap jenjang republik ini. Korupsi adalah lawan kita, monster celaka yang menjadi musuh bersama, togut yang harus diberantas. Korupsi pada ranah kekuasaan dan elite politik adalah penyebab yang paling destruktif yang menghancurkan sendi-sendi negara bangsa kita saat ini. Maka disinilah sesungguhnya titik kritis keterlibatan masyarakat sipil diperlukan. Munculnya kasus skandal Bank Century ditandai dengan diberikannya dana bailout senilai Rp 6.7 Trilyun kepada bank tersebut. Pemberian ini kontroversial dan memunculkan dugaan keterlibatan sejumlah pejabat publik. Karena itu, dibentuknya Pansus Hak Angket Bank Century di DPR untuk melakukan penyelidikan kasus ini sesungguhnya adalah titik strategis untuk melakukan perang terhadap korupsi, mengembalikan kepercayaan rakyat, tapi juga kesempatan bagi bangsa ini untuk memulihkan diri dan menuntaskan agenda reformasi. Pansus DPR Hak Angket untuk kasus Bank Century sudah disahkan, maka dukungan dalam bentuk kawalan dan pengawasan harus kita lakukan bersama sebagai partisipasi masyarakat sipil agar Pansus bisa bekerja dengan baik. Proyek Indonesia adalah proyek milik kita. Kepunyaan rakyat. Karenanya rakyat harus terlibat dan berpartisipasi dalam berbagai proses deliberasi yang menyangkut hajat hidup orang banyak, sekaligus menyangkut masa depan negara-bangsa Indonesia itu sendiri. Dalam konteks inilah maka kami mengeluarkan pernyataan dengan poin-poin pernyataan sebagai berikut: 1. Mendukung gerakan nasional anti korupsi dalam rangka hari anti korupsi internasional yang diadakan pada hari Rabu 9 Desember 2009 dengan niat baik bersama rakyat untuk membersihkan Indonesia dari korupsi dan sebagai bentuk kebebasan sipil dalam demokrasi Indonesia. 2. Menyerukan seluruh rakyat Indonesia untuk tidak terbelah, bersatu untuk berperang melawan berbagai praktik korupsi secara luas di Indonesia, melalui khususnya momentum penyelidikan kasus skandal Bank Century yang diduga melibatkan sejumlah pejabat pemerintah dan elite politik. 3. Menuntut Pansus Hak Angket Bank Century DPR yang terhormat untuk bekerja secara berani, transparan, tidak koruptif, independen, profesional serta memegang teguh komitmen moral politik sebagai wakil rakyat dalam menyelidiki dan membuka tuntas skandal Bank Century. 4. Menolak aneka upaya intervensi kekuasaan dan tekanan yang dilakukan oleh pejabat pemerintah serta kemungkinan sandiwara politik, tawar-menawar dan negosiasi antar elite-antar parpol dengan kekuasaan selama proses penyelidikan. 5. Mendesak lembaga-lembaga terkait antara lain BPK, PPATK, Polri dan KPK untuk secara jujur, transparan dan profesional dalam rangka membantu proses penyelidikan dan menguak kasus skandal Bank Century dengan jelas dan transparan. 6. Menuntut Pansus Hak Angket Bank Century untuk tidak kecut memanggil pejabat publik dan elite politik untuk didengar keterangan dan kesaksiannya, dari pejabat politik tertinggi sampai pejabat lainnya yang disinyalir terkait erat dalam keputusan kontroversial pemberian dana talangan kepada Bank Century senilai Rp 6,7 trilyun 7. Menuntut Pansus Hak Angket Bank Century untuk memberikan akses yang seluas-luasnya bagi publik untuk ikut memantau dan mengawasi jalannya penyelidikan. 8. Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat sipil termasuk aktivis pro demokrasi, anti-korupsi, mahasiswa dan media massa untuk konsisten gigih mendorong dan membantu terkuaknya skandal kasus Bank Century, antara lain dengan mengawal secara ketat serta kritis terhadap jalannya penyelidikan yang dilakukan oleh Pansus Hak Angket. 9. Menghimbau Polri, TNI dan lembaga negara lainnya untuk tetap netral dan membantu setiap proses penyidikan. Demikian siaran pers ini kami buat dengan sebuah perenungan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, korupsi-lah yang membuat kita menjadi kerdil di mata dunia dan di mata Tuhan. Ikut dalam pernyataan bersama Forum KiTA (Komunitas Peduli Tanah Air) ini adalah: 1. Dimas Oky Nugroho, University of New South Wales, Australia 2. Ratnasari Dewi Azhari, University of Arkansas Clinton School of Public Service, Little Rock, Amerika Serikat 3. Beginda Pakpahan, University of Edinburgh, Skotlandia 4. Rommy Begenk, University of Western Australia, Perth 5. Raafi Nurkarim, Murdoch University, Perth 6. Devi Deviero, University of Manchester, Inggris 7. James Martin, Curtin University of Technology, Perth 8. Firman HP Immank, Australian National University, Canberra 9. Danil Junaidy Daulay, Kuala Lumpur, Malaysia 10. Early Rahmawati, Osnabrueck, Jerman 11. Supriyanto Abdi, University of Melbourne, Australia 12. Riyan Mahesa, Curtin University of Technology, Perth 13. Hazelia Margaretha, RSIS, Nanyang Technology University, Singapore 14. Fajar Pane, Australian National University, Canberra 15. Bara Juang Tampubolon, Edith Cowan University, Perth 16. Fajar Barianto, profesional, Singapore 17. Iriani Narasamdya, Prancis 18. Agni Paramita, Georgetown University, Washington DC, Amerika Serikat 19. Ika Nastiti, Brussel, Belgia 20. Bobby Assiddiq, NTU, Singapore No man is an island, entire of itself; everyman is a piece of the continent, a part of the main. Any man’s death diminishes me, because I'm involved in mankind; and therefore never send to know for whom the bell tolls; it tolls for thee. (John Donne, 1571-1631) |
See what's on at the movies in your area. Find out now.
__._,_.___
<!------- Start Nav Bar ------>
<!-- |**|begin egp html banner|**| -->
<!-- |**|end egp html banner|**| -->
<!-- |**|begin egp html banner|**| -->
<!-- |**|begin egp html banner|**| -->
------------------------------------------------------
* Mari kita gunakan Tags [INFO] untuk setiap
informasi, dan [BUTUH INFO] untuk setiap
permintaan bantuan/informasi
* Milis PPI-UK tidak menerima attachment.
* Website http://www.PPIUK.org
Informasi untuk pelajar/calon pelajar
Indonesia - United Kingdom
* Disclaimer:
http://www.PPIUK.org/disclaimer.php
<!-- |**|end egp html banner|**| -->
* Mari kita gunakan Tags [INFO] untuk setiap
informasi, dan [BUTUH INFO] untuk setiap
permintaan bantuan/informasi
* Milis PPI-UK tidak menerima attachment.
* Website http://www.PPIUK.org
Informasi untuk pelajar/calon pelajar
Indonesia - United Kingdom
* Disclaimer:
http://www.PPIUK.org/disclaimer.php
<!-- |**|end egp html banner|**| -->
MARKETPLACE
<!-- Start Recommendations -->
<!-- End Recommendations -->
<!-- |**|end egp html banner|**| -->
.
__,_._,___
<!--~-|**|PrettyHtmlEnd|**|-~-->
<!--~-|**|PrettyHtmlStart|**|-~-->
<!--~-|**|PrettyHtmlEnd|**|-~-->
<!-- end group email -->
- Login to post comments
Tags
