[PPIUK] Gamelan Hampir Mati di Djawa
http://hurek.
Gamelan Hampir Mati di Djawa
Lambertus Hurek
Tadi saja baru lihat di koran KOMPAS edisi Djawa Timur ada gambar orang Amerika Serikat lagi mendalang. Dia pakai pakaian adat Djawa lajaknya dalang2 wajang kulit biasa. Tidak ada tjerita lebih djauh di koran. Tapi saja bisa membajangkan Tuan Amerika itu bisa mendalang dengan baik. Standarlah!
Seperti biasa, saja lalu bandingkan dengan anak2 muda zaman sekarang di Surabaja, Sidoardjo, Gresik. Saja djuga perhatikan atjara2 di televisi. Mana ada jang suka wajang kulit? Mana ada program kesenian tradisional di televisi? Tak usah djadi dalang, karena itu sulit dan butuh latihan lamaaaa... dan bakat jang sangat besar. Tjukup djadi penikmat sadja deh!
Wow, sangat sedikit orang2 muda jang suka nonton wajang kulit dengan sinden2 jang aju dan kadang2 genit. "Orang Djawa sudah hilang kedjawaannja,
"Orang Djawa tinggal tiga," kata Ibu Siti Rijati, pelukis tua djuga, jang saya adjak omong2 di rumahnya, Ngagel Djaja Selatan Surabaja. "Dulu orang2 Djawa banyak di kompleks perumahan ini, sekarang tinggal tiga. Dulu orang Djawa suka gamelan, wajang kulit... sekarang nggak gitu lagi."
Musik gamelan adalah musik jang indah. Begitu antara lain tulisan Djoko Pitono, wartawan senior, pengamat bahasa dan kebudajaan di Radar Surabaja edisi 15 November 2009. Begitu bagusnja musik gamelan--bagi jang suka tentu sadja--orang bisa menikmati musik ala Djawa ini ber-djam2 lamanja. Semalam suntuk duduk manis untuk mendengar musik plus melirik tante2 sinden berolah suara.
Bahkan, sedjak dulu orang2 Barat jang punja tradisi musik berbeda ikut senang dengan gamelan. Mereka bahkan beladjar, menekuni, dan akhirnya mahir main musik Djawa. Djoko Pitono menjebut nama George McTurnan Kahin (1918-2000), ahli politik dari Amerika Serikat. Tuan Kahin ini sangat piawai dalam studi Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Nah, beliau ini ikut mempopulerkan gamelan dan wajang kulit di kampusnya, Universitas Cornell di Amerika sana.
Bahwa sekarang sudah mulai muncul orang2 Amerika jang bisa main gamelan, djadi dalang, itu antara lain berkat djasa almarhum George Kahin. Barangkali di telinga orang2 Barat jang modern itu, gamelan ibarat musik dari surga, musiknja para dewa. Eksotis. Beda dengan musik klasik Barat, jazz, rock, pop, soul, hip-hop... jang disebarkan secara masif di seluruh dunia. Musik hiburan ala Barat jang sekarang bikin mabuk anak2 muda di seluruh dunia ini.
Jah, mau bilang apa lagi? Dunia memang sudah berubah luar biasa. Musik gamelan jang katanja indah dan eksotik itu sudah hampir musnah. Anak2 muda di Djawa sudah kurang berminat. Bahkan, tidak punja apresiasi sedikit pun pada kesenian adilihung warisan nenek mojangnja.
Djoko Pitono menulis:
"Banjak orang Djawa sendiri jang asing dengan gamelan. Bahkan, ada orang Djawa jang mengharamkannja. Tidak sedikit anak2 muda Djawa jang seolah antipati dengan musik gamelan. Telinga mereka tak mau menerima musik tradisional ini...."
* Mari kita gunakan Tags [INFO] untuk setiap
informasi, dan [BUTUH INFO] untuk setiap
permintaan bantuan/informasi
* Milis PPI-UK tidak menerima attachment.
* Website http://www.PPIUK.org
Informasi untuk pelajar/calon pelajar
Indonesia - United Kingdom
* Disclaimer:
http://www.PPIUK.org/disclaimer.php
<!-- |**|end egp html banner|**| -->
Mas rasahgelo (sori ga tahu nama aslinya...) dan rekan2 pelajar dan masyarakat Indonesia se-UK, justru fenomena menarik terjadi di Birmingham. Di saat kami semua jauh dari tanah air dan justru semakin dekat secara fisik dengan budaya barat, peminat gamelan justru sangat tinggi. Berangkat dari keprihatinan yang sama yaitu melihat begitu banyak grup gamelan di UK tapi yang memainkannya orang2 bule semua dan kebetulan ada rekan kami di Birmingham yang (katanya) sedikit mengerti bagaimana cara memainkan gamelan (padahal sebenarnya kalo saya perhatikan ngerti banget), maka PPI MIB berinisiatif mengadakan latihan rutin setiap hari Sabtu dengan menyewa fasilitas gamelan kepunyaan salah satu sekolah di Birmingham. Alhamdulillah ternyata peminatnya sangat banyak, meskipun masih harus dibuktikan dengan berjalannya waktu karena baru kurang lebih sebulan kami mengadakannya. Namun saya optimis konsistensi rekan2 di Birmingham untuk memajukan budaya Indonesia dengan terlebih dahulu mengenal dan tahu cara mempraktekkannya akan senantiasa terjaga (insya Allah). Bahkan rencananya mulai bulan Januari kami juga akan mengadakan latihan tari Saman (Aceh).
Inilah secuil upaya kami di Birmingham untuk berupaya melestarikan dan (kalau memungkinkan) mempromosikan budaya Indonesia. Jangan sampai nanti ketika sudah diklaim oleh negara lain kita baru ribut2, padahal sebelumnya mau tahu dan belajar tentang budaya Indonesia pun tidak.
Ilham Hadiana
PPI MIB
From: rasahgelo <rasahgelo@yahoo.
To: PPIUK@yahoogroups.
Sent: Friday, December 25, 2009 16:03:43
Subject: [PPIUK] Gamelan Hampir Mati di Djawa
http://hurek. blogspot. com/2009/ 12/gamelan- hampir-mati. html
Gamelan Hampir Mati di Djawa
Lambertus Hurek
Tadi saja baru lihat di koran KOMPAS edisi Djawa Timur ada gambar orang Amerika Serikat lagi mendalang. Dia pakai pakaian adat Djawa lajaknya dalang2 wajang kulit biasa. Tidak ada tjerita lebih djauh di koran. Tapi saja bisa membajangkan Tuan Amerika itu bisa mendalang dengan baik. Standarlah!
Seperti biasa, saja lalu bandingkan dengan anak2 muda zaman sekarang di Surabaja, Sidoardjo, Gresik. Saja djuga perhatikan atjara2 di televisi. Mana ada jang suka wajang kulit? Mana ada program kesenian tradisional di televisi? Tak usah djadi dalang, karena itu sulit dan butuh latihan lamaaaa... dan bakat jang sangat besar. Tjukup djadi penikmat sadja deh!
Wow, sangat sedikit orang2 muda jang suka nonton wajang kulit dengan sinden2 jang aju dan kadang2 genit. "Orang Djawa sudah hilang kedjawaannja, " berkata Pak Harjadji, pelukis senior jang masih suka kesenian tradisional.
"Orang Djawa tinggal tiga," kata Ibu Siti Rijati, pelukis tua djuga, jang saya adjak omong2 di rumahnya, Ngagel Djaja Selatan Surabaja. "Dulu orang2 Djawa banyak di kompleks perumahan ini, sekarang tinggal tiga. Dulu orang Djawa suka gamelan, wajang kulit... sekarang nggak gitu lagi."
Musik gamelan adalah musik jang indah. Begitu antara lain tulisan Djoko Pitono, wartawan senior, pengamat bahasa dan kebudajaan di Radar Surabaja edisi 15 November 2009. Begitu bagusnja musik gamelan--bagi jang suka tentu sadja--orang bisa menikmati musik ala Djawa ini ber-djam2 lamanja. Semalam suntuk duduk manis untuk mendengar musik plus melirik tante2 sinden berolah suara.
Bahkan, sedjak dulu orang2 Barat jang punja tradisi musik berbeda ikut senang dengan gamelan. Mereka bahkan beladjar, menekuni, dan akhirnya mahir main musik Djawa. Djoko Pitono menjebut nama George McTurnan Kahin (1918-2000), ahli politik dari Amerika Serikat. Tuan Kahin ini sangat piawai dalam studi Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Nah, beliau ini ikut mempopulerkan gamelan dan wajang kulit di kampusnya, Universitas Cornell di Amerika sana.
Bahwa sekarang sudah mulai muncul orang2 Amerika jang bisa main gamelan, djadi dalang, itu antara lain berkat djasa almarhum George Kahin. Barangkali di telinga orang2 Barat jang modern itu, gamelan ibarat musik dari surga, musiknja para dewa. Eksotis. Beda dengan musik klasik Barat, jazz, rock, pop, soul, hip-hop... jang disebarkan secara masif di seluruh dunia. Musik hiburan ala Barat jang sekarang bikin mabuk anak2 muda di seluruh dunia ini.
Jah, mau bilang apa lagi? Dunia memang sudah berubah luar biasa. Musik gamelan jang katanja indah dan eksotik itu sudah hampir musnah. Anak2 muda di Djawa sudah kurang berminat. Bahkan, tidak punja apresiasi sedikit pun pada kesenian adilihung warisan nenek mojangnja.
Djoko Pitono menulis:
"Banjak orang Djawa sendiri jang asing dengan gamelan. Bahkan, ada orang Djawa jang mengharamkannja. Tidak sedikit anak2 muda Djawa jang seolah antipati dengan musik gamelan. Telinga mereka tak mau menerima musik tradisional ini...."
Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
* Mari kita gunakan Tags [INFO] untuk setiap
informasi, dan [BUTUH INFO] untuk setiap
permintaan bantuan/informasi
* Milis PPI-UK tidak menerima attachment.
* Website http://www.PPIUK.org
Informasi untuk pelajar/calon pelajar
Indonesia - United Kingdom
* Disclaimer:
http://www.PPIUK.org/disclaimer.php
<!-- |**|end egp html banner|**| -->
Going Green: Your Yahoo! Groups resource for green living
Parenting Zone: Find useful resources for a happy, healthy family and home
cukup menginspirasi nih PPI Birmingham..moga saja bisa tertular ke PPI York.
!
oya, di York ada tim gamelan terkenal namanya Sekar Petak. Biasanya sering show kemana-mana, yg punya adalah Dept Art dsini. Dulu sih professornya pernah belajar khusus ke Yogya untuk mendalami gamelan..
walaupun SDM (n resource yg lain) York sedikit, dg segala keterbatasan yg ada, kami mulai memperkenalkan n melestarikan kebudayaan yg ada..
jayalah Indonesiaku!
hensi
PPI York
* Mari kita gunakan Tags [INFO] untuk setiap
informasi, dan [BUTUH INFO] untuk setiap
permintaan bantuan/informasi
* Milis PPI-UK tidak menerima attachment.
* Website http://www.PPIUK.org
Informasi untuk pelajar/calon pelajar
Indonesia - United Kingdom
* Disclaimer:
http://www.PPIUK.org/disclaimer.php
<!-- |**|end egp html banner|**| -->
Going Green: Your Yahoo! Groups resource for green living
Going Green: Your Yahoo! Groups resource for green living
--- In PPIUK@yahoogroups.com , Ilham Hadiana <ilham_39@...> wrote:
>
> Inilah secuil upaya kami di Birmingham untuk berupaya melestarikan dan (kalau memungkinkan) mempromosikan budaya Indonesia. Jangan sampai nanti ketika sudah diklaim oleh negara lain kita baru ribut2, padahal sebelumnya mau tahu dan belajar tentang budaya Indonesia pun tidak.
>
pak ilham,
saya sangat suka dengan paragraf di atas.
tentang latihan gamelan PPI MIB di Birmingham, apakah orang luar Birmingham diperbolehkan ikut latihan?
terima kasih.
* Mari kita gunakan Tags [INFO] untuk setiap
informasi, dan [BUTUH INFO] untuk setiap
permintaan bantuan/informasi
* Milis PPI-UK tidak menerima attachment.
* Website http://www.PPIUK.org
Informasi untuk pelajar/calon pelajar
Indonesia - United Kingdom
* Disclaimer:
http://www.PPIUK.org/disclaimer.php
<!-- |**|end egp html banner|**| -->
Going Green: Your Yahoo! Groups resource for green living
Parenting Zone: Find useful resources for a happy, healthy family and home
Bung Ilham,
kompasiana.com/2009/12/07/nonton-wayang-di-negeri-orang/
com , Ilham Hadiana <ilham_39@...> wrote:
Bravo untuk PPI MIB!
Saya juga sempat menulis catatan kecil mengenai gamelan di Inggris raya ini.
Monggo bisa disimak disini:
http://wisata.
Mudah-mudahan yang sudah dimulai PPI MIB bisa menular ke PPI-PPI lain.
Salam,
Indra
Manchester
--- In PPIUK@yahoogroups.
>
>
> Inilah secuil upaya kami di Birmingham untuk berupaya melestarikan dan (kalau memungkinkan) mempromosikan budaya Indonesia. Jangan sampai nanti ketika sudah diklaim oleh negara lain kita baru ribut2, padahal sebelumnya mau tahu dan belajar tentang budaya Indonesia pun tidak.
>
>
> Ilham Hadiana
> PPI MIB
>
* Mari kita gunakan Tags [INFO] untuk setiap
informasi, dan [BUTUH INFO] untuk setiap
permintaan bantuan/informasi
* Milis PPI-UK tidak menerima attachment.
* Website http://www.PPIUK.org
Informasi untuk pelajar/calon pelajar
Indonesia - United Kingdom
* Disclaimer:
http://www.PPIUK.org/disclaimer.php
<!-- |**|end egp html banner|**| -->
Going Green: Your Yahoo! Groups resource for green living
Mom Power: Discover the community of moms doing more for their families, for the world and for each other
From: Indra <indrasoeharto@
To: PPIUK@yahoogroups.
Sent: Sat, 26 December, 2009 20:16:26
Subject: Re: Harapan kecil dari Birmingham (was: [PPIUK] Gamelan Hampir Mati di Djawa)
Bung Ilham,
Bravo untuk PPI MIB!
Saya juga sempat menulis catatan kecil mengenai gamelan di Inggris raya ini.
Monggo bisa disimak disini:
http://wisata. kompasiana. com/2009/ 12/07/nonton- wayang-di- negeri-orang/
Mudah-mudahan yang sudah dimulai PPI MIB bisa menular ke PPI-PPI lain.
Salam,
Indra
Manchester
--- In PPIUK@yahoogroups. com, Ilham Hadiana <ilham_39@.. .> wrote:
>
>
> Inilah secuil upaya kami di Birmingham untuk berupaya melestarikan dan (kalau memungkinkan) mempromosikan budaya Indonesia. Jangan sampai nanti ketika sudah diklaim oleh negara lain kita baru ribut2, padahal sebelumnya mau tahu dan belajar tentang budaya Indonesia pun tidak.
>
>
> Ilham Hadiana
> PPI MIB
>
* Mari kita gunakan Tags [INFO] untuk setiap
informasi, dan [BUTUH INFO] untuk setiap
permintaan bantuan/informasi
* Milis PPI-UK tidak menerima attachment.
* Website http://www.PPIUK.org
Informasi untuk pelajar/calon pelajar
Indonesia - United Kingdom
* Disclaimer:
http://www.PPIUK.org/disclaimer.php
<!-- |**|end egp html banner|**| -->
Going Green: Your Yahoo! Groups resource for green living
Parenting Zone: Your community resource for family and home