Surat pernyatan PPIUK terhadap aksi bom bunuh diri di Solo

dea.rachman's picture

Nomor: 59/PPI-UK/ SURAT PERNYATAAN/IX/2011

Perihal: Surat pernyatan PPIUK terhadap aksi bom bunuh diri di Solo

 

Kekerasan Hanya Akan Menimbulkan Kesedihan dan Nestapa

 

Meledaknya bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Solo, Jawa Tengah pada tanggal 25 September 2011 mendapat sorotan serius dari berbagai kalangan. Berbagai macam argumentasi pun berdatangan untuk menanggapi peristiwa ini.

 

Peristiwa ini telah melukai puluhan orang dan hingga saat ini masih ada sekitar 10 orang yang masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit Dr Oen Surakarta. Pada waktu yang bersamaan, Kepolisian Republik Indonesia tengah mengidentifikasi jasad pelaku bom bunuh diri di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur yang diyakini bernama Achmad Yosepa Hayat (31 tahun).

 

Banyak pihak berpandangan bahwa kemudian agama muncul sebagai alasan mendasar orang yang melakukan kekerasan pada suasana damai, tentu saja hal ini sudah sangat keliru. Setiap manusia memiliki hak untuk hidup dan memilih jalannya masing-masing. Sudah seharusnya tepa selira diterapkan di Bumi Indonesia yang sangat majemuk. Fanatisme terhadap agama sebaiknya jangan sampai kemudian disalahgunakan kepada pihak-pihak lain. Kekerasan dengan label agama, adalah sebuah kekeliruan. Hal ini hanya akan mengundang tindak kekerasan yang berujung pada perpecahan pada akhirnya.

 

Dalam hal ini, pemerintah juga seharusnya lebih mampu memberikan perlindungan pada masyarakatnnya. Perlindungan tersebut harus adil dan merata tanpa menyudutkan pihak-pihak tertentu. Terulang kembalinya persitiwa bom yang sudah berkali-kali terjadi di Indonesia, menunjukan lemahnya pre-emptive action dari pihak keamanan atau pihak-pihak terkait lainnya.

 

Pendekatan pemerintah yang terkesan militeristik harus sedikit demi sedikit dirubah. Akar rumput akan selalu merasa diteror jika pendekatan itu yang selalu digunakan untuk meredam kasus-kasus seperti ini. Cara ini justru akan mengundang kekerasan yang baru. Kejadian bom di Solo menunjukan bahwa orang-orang seperti itu tidak lagi bergerak sesuai hirarki organisasi mereka. Mereka ber-eksplorasi ide secara mandiri, hingga akhirnya mengimplementasikan tindakannya secara mandiri pula.

 

Persatuan Pelajar Indonesia di UK (PPI UK) menyatakan tidak dapat memberikan toleransi terhadap tindakan tidak bertanggung jawab ini dengan alasan apapun. Oleh karena itu, kami segenap pelajar Indonesia di Inggris Raya tetap berusaha menunjukan bahwa Indonesia adalah sebuah Negara dengan satu kesatuan serta menjunjung tinggi pluralisme sosial dan budaya kepada sesama kawan pelajar Internasional.

 


Kami atas nama Persatuan Pelajar Indonesia di Inggris Raya tentu sangat mengapresiasi semua tindakan antisipatif serta preventif pemerintah Indonesia dan elemen-elemen bangsa dalam membangun Negara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi lebih kondusif walaupun masih ada kekurangan dibeberapa titik sehingga terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan ini.

 

Kami para pelajar Indonesia terus mendukung dan menjaga kejayaan NKRI dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.. Maju NKRI !

 

Salam Pelajar,  

 

Tara Hardika

Ketua PPIUK

 <<klik disini untuk mendownload surat>>

Partner & Sponsor

      

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer