Di All England 2012, Harapan Indonesia Tinggal Ahmad/Natsir

mind's picture

Gedung The NIA tempat diselenggarakannya All England 2012

Hari ini, Jum'at 9/3/2012, partai perempat final Yonex All England Open Badminton Championship 2012 digelar di gedung The NIA (National Indoor Arena) di Birmingham, Inggris. Perhimpunan Pelajar Indonesia di United Kingdom (PPIUK) mengkhususkan diri untuk datang memberikan dukungan kepada enam atlit Indonesia yang tergabung ke dalam 3 cabang: ganda campuran, ganda putra, dan tunggal putra. Atribut bendera merah putih pun dikibarkan di bangku penonton. Wajah-wajah sudah dihiasi warna merah putih. Tiket masuk sudah jauh-jauh hari di akomodir oleh PPI Birmingham sehingga para pelajar bisa mendapatkan tiket dengan mudah dan murah.  

Suasana di dalam gedung The NIADua lapangan yang digunakan di dalam gedung

Pada kelas tunggal putra Taufik Hidayat mengawali gebrakan kontingen Indonesia yang berhadapan dengan Lin Dan, wakil kuat dari Cina yang menduduki peringkat ke-3 dunia. Di set pertama, Taufik berusaha menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu atlit andalan Indonesia dengan terus mengejar skor setiap kali tertinggal satu angka dari Lin Dan. Teriakan-teriakan semangat Indonesia dan Go-Taufik –Go pun di sorakkan oleh para pendukung Indonesia dibangku penonton untuk membakar semangat Taufik Hidayat. Namun sayang, Lin Dan mampu memaksa Taufik untuk berhenti di skor 18-21 di babak pertama. Babak selanjutnyapun terlihat begitu sulit bagi Taufik untuk bangkit merebutnya. Ditambah lagi Lin Dan mengawali set kedua dengan membuat jarak skor semakin jauh yang akhirnya ditutup dengan skor 8-21 untuk kemenangan Lin Dan.    

Berbeda dengan permainan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, mereka mampu menunjukkan permainan bulu tangkis yang cantik dan penuh aksi smash secara apik dan menarik. Walaupun pasangan Nathan Robertson/Jenny Wallwork membuka skor di set pertama, pasangan Ahmad/Natsir terus mengejar skor.  Awalnya mereka ketinggalan 11-14, tapi kemudian dibalik menjadi 21-19 pada set pertama ini.  Ditengah-tengah pertandingan set pertama, Natsir sempat mengajukan protes terhadap bola yang dianggapnya masuk namun di anggap keluar oleh wasit. Menariknya, pasangan ini bisa mengendalikan emosi mereka yang akhirnya memenangkan set pertama. Set kedua diwarnai dengan banyak sekali kesalahan-kesalahan servis, baik yang dilakukan oleh pasangan Ahmad/Natsir maupun pasangan Robertson/Wallwork. Tetapi pasangan Ahmad/Natsir terlalu banyak melakukan kesalahan yang akhirnya banyak memberikan skor kepada lawannya. Alhasil, babak kedua direbut oleh pasangan inggris tersebut.

Suasana terasa semakin sengit. Supporter Indonesia terus meneriaki sorakan-sorakan Indonesia dengan penuh semangat. Walaupun supporter Inggris terasa memenuhi ruangan gedung, suara teriakan para pendukung Indonesia yang di komandoi oleh Haikal dari PPI Lancaster mampu membangkitkan semangat pasangan Ahmad/Natsir. Babak terakhir pun bisa di menangkan oleh pasangan ganda campuran Indonesia dengan 21-6. Mereka menjadi kontingen Indonesia pertama yang memastikan langkah menuju babak semi final dan selanjutnya akan berhadapan dengan pasangan andalan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Di pertandingan tunggal putra selanjutnya, wakil Indonesia antara Dionysius Hayom bertemua dengan Lee Chong Wei yang merupakan unggulan peringkat 1 dunia dari Cina. Wajah-wajah pesimis para pendukung Indonesia seperti sudah bisa membaca hasil akhir dengan belajar dari pertandingan pertama. Lee memimpin awal set pertama dengan skor 4-1. Permainan Lee yang sangat lihai dalam menempatkan bola disisi-sisi yang sulit dijangkau oleh Hayom membuat pertandingan terlihat kurang seimbang. Hayom takluk di set pertama dengan skor 9-21. Hayom berusaha bangkit mengejar di set selanjutnya dengan memberikan smash-smash yang cukup membuat Lee kewalahan. Ternyata gelar peringkat 1 dunia yang disandang oleh Lee bukan omong kosong belaka. Dengan cepat dia bisa meninggalkan skor Hayom dan menutupnya permainan dengan skor yang tidak jauh beda dengan babak pertama, yaitu 11-21.

Mungkin keberuntungan belum berpihak kepada kontingen Indonesia. Pasangan ganda putra Bona Septano/Muhammad Ahsan yang bermain di ronde terakhir juga menutup pertandingan malam ini dengan 2 set langsung kalah dari pasangan unggulan ganda putra Cina Cai Yun/Fu Hafeng.

Dengan demikian, Indonesia hanya mampu mengutus ganda campuran Ahmad/Natsir untuk bermain di partai semi final besok. Semoga satu utusan ini mampu memberikan hasil yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Setidaknya sebagai penghibur duka kekalahan cabang-cabang yang lainnya.  

 

Budi Waluyo

Staff Bidang Pendidikan dan Karir PPIUK 2011/12

 

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer