Stephanie Handojo, Sang Inspirator

 
DOWN Syndrom terbawa Stephanie Handojo sejak lahir. Toh, ia tak kecil hati. Ia justru terpacu menoreh prestasi olahraga level dunia. Bahkan juga bisnis.
 
Stephanie adalah gadis muda yang tumbuh dengan tekad kuat. Ia tak ingin permisif dengan keterbelakangannya. Semangat dan usahanya di bidang olahraga dan seni terbilang luar biasa. Lebih-lebih, kedua orangtuanya selalu mendukung dan menyertai aktivitasnya.
 
Tak ayal, gadis berusia 20 ini pun mampu jadi teladan, bahkan inspirator bagi anak muda Indonesia. Bukan cuma di kalangan yang dikungkungi keterbelakangan mental seperti dirinya, melainkan juga mereka yang normal.
 
Kariernya di olahraga dimulai pada 2005. Saat itu, Stephani menjuarai PORCADA (Pekan Olahraga Cacat Daerah). Ia turun di cabang renang nomor 50 m gaya dada putri.
 
Hebatnya lagi, prestasi Stephanie tak hanya di renang. Ia juga pernah menoreh rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) di bidang kesenian: main piano. Sebagai tuna grahita, ia mampu memainkan 22 lagu dengan piano secara berurut dan tanpa henti pada 2009.
 
Prestasi terbaiknya adalah menjuarai Special Olympic World Summer Games XIII di Athena 2011. Sejak saat itu, kariernya kian berbinar. Apresiasi dan pengakuan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pun dikantonginya.
 
Tak ada yang bisa memastikan seperti apa hasil dari keikutsertaannya pada Special Olympic World Games berikutnya. Down Syndrom jadi penyebab ketidakkepastian itu.
 
"Saya belum tahu ikut atau tidak ke depannya. Lihat saja nanti," ucap Stephanie yang baru saja menyelesaikan UN (Ujian Negara) sebagai siswa kelas 3 Sekolah Kejuruan Industri Pariwisata Kasih Ananda kepada sportiplus.com, Rabu (18/4).
 
Tak ada obsesi khusus yang diusung anak sulung dari 3 bersaudara ini. Ia hanya ingin terus berprestasi di olahraga renang dan main piano.
 
"Idenya muncul sewaktu saya magang di sebuah hotel. Saya melihat ada bagian laundry dan dry cleaning. Sekarang saya punya usaha di bidang laundry dan dry cleaning di Kelapa Gading. Usaha ini baru berjalan 6 bulan," cerita Stephanie soal jenis bisnis yang coba dirintisnya.
 
Mau tahu apa yang masih diimpikan Stephanie?
 
Ia ingin punya sebuah hotel sederhana di kampung halamannya di Surabaya. Masih sekadar mimpi, tapi ia yakin bisa diwujudkan dengan modal tekad, semangat, dan ketekunan.
 
Dan, terpilihnya Stephanie sebagai wakil Indonesia pembawa obor Olimpiade 2012 London tak mustahil bisa dijadikan landasan awal  untuk mewujudkan impiannya. Sebab, dari momen itu, nama dan sosoknya bakal kian harum. Maklum, ia-lah orang Indonesia pertama yang dipercaya membawa obor Olimpiade.
 
Jelas, itu jadi kebanggaan tersendiri bagi Stepahnie dan keluarganya. Kabar soal ia jadi 1 dari 20 anak pilihan di dunia yang beroleh kehormatan itu disampaikan sang ibu, M Yustina Handojo.
 
"Saya sangat bangga. Ini bisa jadi motivasi bagi teman-teman untuk terus berusaha dan berprestasi," cetus Stephanie.
 
Salut, Stephanie!
 
Stephanie & Data Diri:
Kelahiran: Surabaya, 5 November 1991
Orangtua: Santoso Handojo (ayah) & M Yustina (ibu)
Urutan dalam kaluarga: Sulung dari 3 bersaudara
Saudara kandung: Stephen Handojo (adik) & Stashia Handojo (adik)
Debut: 2005
Gaya spesialis: Gaya Dada
Pelatih: Mustara Musa
Cita-cita dalam karier: Jadi atlet renang dan pianis
 
Stephanie & Penghargaan:
Piagam penghargaan dari Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai atlet berprestasi, 2009
Beasiswa dari Pengprov DKI Jakarta sebagai atlet berprestasi 2010
Piagam penghargaan dari DPRD DKI Jakarta 2010
Piagam penghargaan dari Linda Gumelar (Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) atas prestasinya di bidang olahraga dan seni untuk anak berkebutuhan khusus.
Pendekar UNICEF sejak 2010
Penganugerahan MURI atas rekor Anak Down Syndrome yang mampu memainkan 22 lagu dengan piano, Mal Ciputra Semarang, 2009
 
Stephanie & Prestasi:
Emas gaya dada 50 m (PORCADA) 2005
Emas gaya dada 50 m (PORCADA) 2006
Emas gaya dada 50 m (PORCADA) 2007
Perak gaya dada 100 m (PORCANAS) 2008
Perak gaya bebas 100 m (PORCANAS) 2008
Perak lari 50 m (PORCADA) 2008
Emas gaya dada 27th National Swimming Championship, Singapura 2008
Emas gaya bebas 50 m 28th National Swimming Championship, Singapura 2009
Emas gaya dada 100 m 28th National Swimming Championship, Singapura 2009
Emas gaya dada 50 m 7th Special Olympic Singapore National Games 2009
Perak gaya dada 100 m 7th Special Olympic Singapore National Games 2009
Emas gaya dada 50 m World Summer Games XIII-Athena 2011
 
(Titi Fajriyah)
 

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer