berikut List pertanyaan dari Amika Wardana
Secara umum saya melihat beberapa program anda: Indonesian Cultural Night, Indofest dan TIIMI tidak memberikan tawaran baru. Anda hanya memberikan fasilitas tapi bukan isi dari kegiatan tersebut. Satu saja pertanyaan disini, apa tawaran anda utk Indonesian Cultural Night tahun depan? yang membuatnya berbeda dari kegiatan serupa di tahun-tahun sebelumnya?
Berkaitan dengan program Deprived Community Development, saya pribadi sungguh salut dengan ide itu. Betul-betul menunjukkan dedikasi anda untuk kemajuan bangsa. Tapi apa bedanya dengan dengan 'One Pound Movement' yang telah dijalankan oleh teman2 PPI UK sebelumnya. Trus juga bagaimana anda menentukan desa tertinggal yang akan disantuni. Apakah itu semacam program sinterklas, memberikan uang atau bahan makanan begitu saja. Trus siapa yang mengawasi, memastikan bahwa dana tersebut betul-betul tepat sasaran, tidak di korup oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab?
Saya juga memberikan apresiasi kepada teman-teman Manchester atas kegiatan Kemisan disana, yang memang sangat membantu mahasiswa baru khususnya. Tapi ketika itu dijadikan program massal, apakah tidak mengulang kesalahan kebijakan-kebijakan massal Soeharto di masa lalu, yang hanya asal memassalkan sebuah kegiatan tanpa mempertimbangkan keunikan masing-masing cabang. Beberapa Cabang yang banyak universitasnya, atau terlalu sedikit mahasiswanya, atau mereka sangat sibuk, tentu tidak mudah menjalankan kegiatan semacam ini. Mohon tanggapannya?
jawaban saya, mas micko
1. mengenai Indonesia Cultural Night.
Gini mas Micko, Indonesian Cultural tahun ini sudah dirancang oleh anak-anak Manchester dan saya termasuk orang-orang yang merancang acara ini serta kami sudah mengajak anak-anak PPI kota lain untuk gabung di acara ini. Alhamdulillah tanggapannya positif mas. Nah konsep baru yang ditawarkan adalah sbb;
Objectives
In addition to preserve and promote Indonesian culture, our aims for this event is:
Event Agenda
untuk lebih lengkapnya saya attach Proposal acara ini. FYI, proposal ini sudah di-announce ke ketua-ketua PPI cabang yang lain untuk minta bantuan kerjasama. Hal baru yang ditawarkan adalah penambahan beberapa acara seperti Photo of Indonesia, Clip of Indonesia yang tidak lain untuk menganlkan Indonesia dan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai duta pariwisata. Ada rencana untuk mengundang Departemen Pariwisata dlm acara ini, sehingga acara ini bisa jadi moment untuk benar-benar mempromosikan pariwisata Indonesia tapi untuk hal ini masih diperjuangkan, masih dalam tahap on progress.
2. Soal Deprived CD...
Soal bedanya dengan One Pound Movement acara ini bisa dibilang pengembangan dari acara ini. Dana-dana yang terkumpul akanjadi resource untuk membantu desa tersebut. Nah, acara ini adalah kerjasama alumni-alumni PPI-UK yang saat ini sudah berada di Indonesia, jadi link-link ini akan digunakan untuk membantu menyalurkan bantuan baik berupa uang, pembangunan sekolah, dsbnya. Kontinuitas adalah kunci dari acara ini jadi diharapkan anak-anak PPI UK saat ini membangun jaringan dgn alumni dan nantinya setelah mereka lulus dr sini mereka akan diposisikan sebagai alumni tersebut sehingga acara ini benar-benar kontinu yang mengarah ke kemajuan desa tersebut.
soal penentuan desa, pertama, jelas desa tersebut memang berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan seperti kondisi sekolah yang tidak layak, belum ada listrik, tidak punya sistem irigasi buat sawah dsbnya itu hal yang pastilah ya karena development ya jelas harus ada room of improvementnya. kedua, penduduk desa ini secara kultur mereka menerima sebuah perubahan dalam artian mau untuk dikembangkan, karena dari pengalaman saya bikin acara ini dikampus ada beebrapa kejadian penduduk tersebut resistant terhadap orang-orang "kota" yang masuk. program ini gak akan terputus, makanya saya namakan development, bukan hanya ngasi makan uang terus besok besok ilang..yang diharapkan adalah dalam jangka waktu tertentu (2-3 bulan sekali) bantuan PPI UK datang ke desa tersebut, bulan ini memberikan bantuan berupa buku, bulan depan memperbaiki sekolah, lalu bulan berikutnya mengajar anak-anak sekolah,jadi PPI UK perannya sebagai development partner utk desa tersebut. Untuk pengawasan bantuan ini diberikan langsung oleh PPI UK tanpa perantara orang-orang dari desa tersebut, insya Allah gak akan terjadi hal itu (masa alumni PPI UK mau berbuat hal seperti itu, hehehe), sistem tanda terima bantuan dari PPI UK ke perwakilan PPI UK dan tanda terima PPI perwakilan ke desa harus dilakukan. ya Insya Allah acara ini dengan niat yang baik dan tulus pasti berujung dengan hal yang baik juga mas.
3. Wah mas, menurut saya acara ini sangat bagus dan harusnya untuk semua pelajar-pelajar UK. soal keunikan menurut saya tidak pantas untuk diterapkan di acara ini, ini soal studi dan kemajuan belajar pelajar-pelajar dan tidak untuk diunik-unikkan. Diharapkan kota kota besar seperti Manchseter, London, Birmingham dsbnya yang memiliki doktor2 atau researcher2 dr Indoensia bisa menggalang acara ini. Untuk anak-anak PPI yang warganya sedikit bisa memanfaatkan blog/website dr kemisan-kemisan di bbrp kota, jadi memang diharapkan kemisan-kemisan di tiap kota membuat blog seperti kemisan di Manchester.Jadi bisa diakses untuk semua pelajar Indonesia.
matur nuwun mas Micko..semoga menjawab...
Tanggapan soal Deprived CD
soal Deprived CD
Halo MasAdi, gimana kabar??baik baik aja kan hehee..
wah masukan yang bagus..iya benar mas saya menyadari kalo program ini cukup berat untuk dijalankan. Dari pengalaman saya dikampus dulu, himpunan saya dulu menjalankan kegiatan ini dan jelas hambatan selalu ada. Nah, sperti yang katakan diatas,, program ini diharapkan akan kontinu dijalankan oleh PPI UK dan pencapaian-pencapaian ditiap kepengurusannya akan berbeda. Sebagai konkretnya tahun ini acara itu hanya mencapai tahap penentuan desa dan membuka link kepada alumni-alumni PPI UK. Lalu, tahun depan sudah mulai bisa memberikan bantuan konkret misal sumbang buku, lalu tahun depan benerin sekolah begitu seterusnya, KONTINUITAS adalah kuncinya. Jadi bukan tidak mungkin tahun ini PPI UK bisa selesai dalam tahap survey desa-desa dan menentukan desa mana yang akan dikembangkan. Yah mungkin tahun ini hanya sampai tahap buka jalan supaya program ini bisa dijalankan, itu tidak jadi masalah asalkan tahun kedeapan bisa selalu dimaintain kegiatan ini. Betul Mas Adi, akan ada kesulitan untuk mendapatkan kontak dengan alumni-alumni PPI UK tapi sebisa mungkin acara ini lewat bantuan alumni PPI UK sekaligus membangun jaringan dengan alumni-alumni PPI UK lewat acara ini, tapi jika tidak bisa atau tidak memungkinkan dan jadinya malah menghambat acara ini akan dicari alternatif lembaga/organisasi lain(yang memiliki program seperti ini juga tentunya) yang bisa membantu PPI UK menyalurkan donasi ini ke desa tersebut. Backup plan harus selalu ada dalam tiap program, kalo dlm project management pasti ada skenario-skenario dalam jalannya suatu project, dan hal itu wajar selama project tersebut bisa tercapai tujuan awalnya.
Makasih Mas Adi...
-ANGGA-