You are hereForums / Campaign / Kampanye Calon Ketua PPIUK 2009 / Rachmat Affriadi Anggara / PROPOSAL INDONESIA CULTURAL NIGHT

PROPOSAL INDONESIA CULTURAL NIGHT


rachmat.anggara's picture

By rachmat.anggara - Posted on 11 December 2008

Info tentang INDONESIAN CULTURAL NIGHT...

Muslich Hartadi Sutanto's picture

Saya lihat ini hanya copy paste proposalnya Indonesian Culture Night Manchester saat ini. Mana kreativitas saudara? Ayo dong tampil dengan ide orisinal anda.

Tentang kegiatan di proposal, saya pribadi berpendapat bahwa isinya masih sama dengan Indonesian Culture Night yang telah beberapa tahun sebelumnya diselenggarakan oleh PPI Oxford. Nothing new....No cracking ideas....

adiwan fahlan's picture
Mas Muslich, aneh-aneh saja pendapatnya. Bagaimana mungkin sesuatu yang sudah jelas seperti proposal ini dibilang nothing new? no crakcing ideas? Bagaimana dengan dua peserta lain yang mengajukan TIIMI tanpa rencana kedepan yang jelas? Jangankan proposal detail, maksud untuk membedakan TIIMI dibandingkan tahun lalu saja abstrak. Hanya menjelaskan bahwa "TIIMI adalah tradisi dan bermanfaat bagi kita semua dst....". Saya kagum dengan pertanyaan mas ke saya bagaimana menjalankan website dengan pengurus 24/7, tapi disini aneh sekali mengomentari sesuatu yang harusnya dikomentari di tempat lain. Maaf jika terdapat kesalahan kata
rachmat.anggara's picture

maaf mas..saya juga ikutan nyusun proposal ini..makasih...

Norman Ganto's picture

(hal2 yang saya bicarakan di bawah tidak ada hubungannya dengan kampanye angga, instead, ini adalah pikiran diri saya sendiri sebagai project leader Indonesia Cultural Night 2009)

Mas Muslich,

Coba tolong jelas kan bagaimana maksud anda dengan 'cracking' ideas?

the fact that:

1. Indo nite ngga jalan taun 2008 dan panitia manchester berinisiatif untuk membangkitkan kembali acara penting ini menurut saya cukup 'cracking'

2. kita mengajak semua ppi cabang dan perwakilan untuk berpartisipasi membentuk proposal dan merealisasikan event ini, instead of di pusatkan semua di manchester aja menurut saya cukup 'cracking'

3. isi acara ini semua berdasarkan kreativitas dan diversity bangsa indonesia dengan sendirinya udah sangat 'cracking'

Jadi, kalo ada ide yang cracking, kenapa ngga ikut aja berkolaborasi (dan memberi ide/usulan/solusi) dengan yang sudah menyambut acara ini dengan hangat seperti: PPI manchester, PPI london, PPI nottingham, PPI Oxford, PPI glasgow, PPI newcastle, PPI Liverpool, PPI Sheffield, The Halle Gamelan, dan KBRI. (oh, juga baru ada tambahan seorang photographer indonesia dari london yang akan mengexhibisikan karya indonesia nya di acara nanti)

Intinya mas, untuk acara ini bisa di isi muat kan oleh segini banyak orang menurut saya adalah the crackiest of all cracking ideas out of this event

dari taun ke tahun indofest juga bentuknya sama, karena acara tahunan. Sama aja dengan Indonesian Cultural Night ini. Sudah sepantasnya acara indonite ini acara tahunan. want somethin new? band? bukan culture lagi dong.

Wajar kalo bentuk acaranya sama dengan Oxford, ya judulnya aja sama. lagipula, I have nothing but respect for Oxford untuk menjalankan acara ini di masa lalu, why do I want to compete and see who does it better? bukan itu inti acaranya mas. and most importantly, its been really great communicating with other people from other cities and actually devising this proposal together..

 

 

Muslich Hartadi Sutanto's picture

Eksibisi photo sudah ada sejak Bournemouth eye dan dilanjutkan dengan acara serupa oleh PPI Wolverhampton di tahun selanjutnya.

Pernahkah terpikirkan untuk bekerjasama dengan city council? Setahu saya manchester pernah mencoba bikin Indonesian Society yang teregister ke city council (bisa tanya ke kang Y).

Pernahkah membuat event tersebut bisa menjangkau seluas-luasnya masyarakat lokal di UK? Seperti model2 Chinese Society yang bikin acara Chinese new year yang mampu menarik minat masyarakat lokal.

Ide2 lain seharusnya bisa digali.

Norman Ganto's picture

(Again, ini ngga ada hubungannya sama kampanye siapapun, hanya kecewa aja kenapa niat baik dan suci ini di pertanyakan begitu panjangnya)

Mas Muslich,

1. ok, jadi sebaiknya exhibisi photo di cabut aja kali ya dari proposal, because it's been done, and nothing new about pictures of indonesia and it might be boring right? itu kan ide mas?

2. Sebelum membandingkan Chinese Society dengan Indonesian Society, tolong research dulu mas dari segi jumlah orang, dana, dll yang terdapat pada society tersebut.

di manachester aja Malaysia ada berbagai macam societies, itu negara yang lebih kecil dari kita, jadi secara logika, ngga bisa di bandingkan dengan chinese society, udah pasti mereka tennaga kerjanya jauh lebih banyak, dan dananya juga banyak.

Di satu kelas aja pelajar dari china melebihi total kabinet PPI-GM,itu satu kelas. Jadi untuk mereka bisa menjalankan acara new year's, berarti dari segi dana dan tenaga mereka tercukupi.

Percaya sama saya mas, kalo ada duit juga saya bikin makan2 Lebaran buat semua warga PPI-UK, tapi berhubung ngga ada dan yang masak cuman istri, ya mo gimana lagi, yang realistis2 aja lah, jadi masak2nya buat saya aja deh hehehhe :P

 

Muslich Hartadi Sutanto's picture

Maksud saya menanyakan tentang Indonesian Culture Night adalah karena program tersebut dijadikan program Unggulan oleh Angga.

Dalam pikiran saya, suatu program unggulan pastilah punya sesuatu yang ingin ditonjolkan. Something new, something inovative bukan sekedar mengulangi atau menghidupkan kembali sesuatu yang macet.  Saya membayangkan bahwa sesuatu yang baru tersebut tidak harus berupa program baru, tapi mungkin bisa berupa sentuhan2 lain yang membuat program lama jadi lebih menarik. Tanpa itu, saya lebih melihat program tersebut sebagai program rutin.

Tentang kendala dana, SDM, prosedur perijinan yang lebih rumit dibandingkan dengan di Indonesia dan hal2 lainnya, saya sangat memahami itu karena saya juga pernah terlibat didalamnya. Sungguh saya berharap bahwa rekan2 PPI punya ide2 inovatif yang istimewa, karena bagi saya ide2 inovatif bisa digali dari siapa saja.

Kalau bicara tentang teknis. Misalnya tentang tari Saman yang sudah ada sejak Indonesian Culture Night 2007 di Oxford dan bukan sesuatu yang baru. Dengan keterbatasan dana dan resources yang ada, kenapa kita tidak coba menyelenggarakan event tersebut di tempat public milik city council dan mengundang khalayak lokal atau mungkin bekerjasama dengan student union dalam menyelenggarakan eventnya. Indofest misalnya, acara tersebut adalah acara rutin yang semula adalah purely Indonesian. Kemudian kita coba menggandeng student union dalam penyelenggaraannya, dan alhamdulillah 2 tahun belakangan ini Student Union University of Nottingham memberikan support in-kind sebesar hampir £500 untuk sekali event Indofest. Pelan2 tapi pasti, society2 di Student Union mulai tahu bahwa Indonesian Society exist dan ada kegiatannya. Mereka bahkan salut karena rekan2 Indonesian Society yang hanya berkisar sekitar 25 orang mampu meng-host acara yang dihadiri sekitar 700 orang.

Untuk event lain. TIIMI misalnya, kenapa tidak coba untuk mengadakan event ini dengan bekerja sama dengan salah satu Universitas di UK. Senior2 kita yang saat ini jadi lecturer maupun staff di Universitas2 tersebut bisa jadi pintu untuk menjalin kerjasama dengan Universitas Lokal.

Norman Ganto's picture

Something new, something inovative bukan sekedar mengulangi atau menghidupkan kembali sesuatu yang macet.  Saya membayangkan bahwa sesuatu yang baru tersebut tidak harus berupa program baru, tapi mungkin bisa berupa sentuhan2 lain yang membuat program lama jadi lebih menarik.

lucu ni kalimat, sesuatu yang baru berarti bukan mengulangi/ ngehidupkan acara lama, trus di lanjutkan sesuatu yang baru boleh acara lama dengan sentuhan2 baru.

Pertama, ini kalimat kontradiktif dan aneh

kedua, saya 10 taun di amerika dan 6 tahun nya itu menyaksikan indonesian cultural nite tiap taun ngga bosen2, malah makin proud sebagai orang indonesia. jadi saya masih ngga ngerti mas masih ngotot banget pengen ada acara baru di Indonesian Night....ada baca puisi sih oleh fai dari notts (jangan2 udah pernah liat baca puisi juga nih mas muslich), lagi pula, kalo acara ini terealisasikan, ngga ada yang maksa dateng kok, open for public.

keterlibatan saman di event lain itu bukan urusan saya, melainkan urusan manager/pengajarnya saman, saya pengen ada saman karena seru, dan saya orang aceh, boleh dong egois dikit. dan mereka pun antusias menyambut ajakan saya

Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya terhadap orang2 yang terlibat di TIIMI, ini bukan urusan saya, besides TIMI atau TIIMI sih?

Sungguh saya berharap bahwa rekan2 PPI punya ide2 inovatif yang istimewa, karena bagi saya ide2 inovatif bisa digali dari siapa saja.

yah terkadang emang susah, ini aja saya terus mencoba menggali ide dari mas muslich tapi ngga dapet2 :) gini deh, boleh ngga minta sususan acara/proposal waktu di oxford? ngga punya? tolong cariin yah? mau ngga bantuin itu? jadi kalo ada perbandingan, panitia indonite usahakan biar acara 2009 ini sangat berbeda dari oxford, although personally ini faktor ngga penting.

When you are content to be simply yourself and don't compare or compete, everybody will respect you.
Author: <a class="author" href="http://www.worldofquotes.com/author/Lao~Tzu/1/

tf_el's picture

Salam perdamaian semuanya (ngutip salamnya Ado thn lalu :P)

Menurut pendapat saya hal ini tidak perlu diperdebatkan. Pertama, ide dari Norman untuk menghidupkan acara Indo Night ini adalah ide yang cukup bagus. Karena sudah 2 thn vakum ya klo gak salah? Kedua, akan tetapi Norman yang Mas Muslich sampaikan ada benarnya bahwa untuk kedepannya program yang bagus seperti ini harus dievaluasi agar performa nya bisa ditngkatkan kedepannya dan menjangkau masyarakat yang lebih luas seperti yang dilakukan oleh kawan kita dari Chinese society. Mengutip kata2 Eko, "my limit is there to be broken".

Yang jadi pertentangan menurut saya dalah posisi dari Indo night ini. Klo ini kegiatan PPI UK yang pasti bakal dilaksanakan thn 2009, Angga - sebagai salah satu kandidat - tidak boleh secara eksklusif menggunakannya untuk kepentingan kampanye. Angga harus bisa memberikan program lain yang unik dan menarik.  Kita harus belajar untuk lebih profesional dan proporsional dalam berorganisasi.

Nah yang jadi perdebatan juga adalah: program PPIUK siapakah ini dan bagaimana mekanisme pertanggungjawaban?

 

rachmat.anggara's picture

maaf saya merasa terganggu dengan Angga - sebagai salah satu kandidat - tidak boleh secara eksklusif menggunakannya untuk kepentingan kampanye. Angga harus bisa memberikan program lain yang unik dan menarik...

saya ceritakan awalnya anak-anak Manchester mengadakan program ini...pada saat penyusunan program kerja PPI GM, dimana kami para Pengurus berkumpul bersama dirumah pak ketua (Norman-red) untuk membahas acara besar PPI GM...awalnya kami ingin mengadakan acara Band dari Indonesia seperti acara Pojok Musik bbrp tahun lalu di UK (kalo gak salah waktu itu SLANK dan PADI ke UK).. setelah rapat itu kami memutuskan untuk melakukan feasibility study berkaitan dengan acara ini soal biaya, waktu dsbnya dan akan berkumpul lagi dengan membahs hasil dr study tersebut..dan hasilnya adalah tidak feasible dari segi biaya dan waktunya, sooo..kami came up dengan INDONESIA CULTURAL NIGHT..dan jujur saya yang mengusulkan acara itu ke anak-anak PPI GM..dan akhirnya acara ini jadi program PPI GM, dan saat itupun Norman dkk sadar bahwa acara ini akan lebih baik jadi acara bersama PPI UK dengan PPI Cabang yang lain, jujur mas gak ada sedikitpun arogansi dari anak2 PPI GM untuk menjadikan acara ini acaranya anak Manchester..maka dari itu setelah acara ini terbentuk kami bergerak untuk menjalin kerjasama dengan kota lain...dan saat itupun saya sudah menyatakan bahwa saya akan mengajukan diri jadi Ketua PPI UK..dan saya akan membawa ini sebagai program saya...they were fine with this..and fully support...

maaf, tapi saya cukup sedih aja acara sebagus ini harus diperdebatkan oleh hal-hal yang birokratis dan jadinya menghambat...mungkin Ado bisa menjelaskan secepatnya tentang hal ini..karena menurut saya dia yang paling berwenang...kalo acara ini diadakan pada kepngurusan tahun depan, menurut saya ya itu pertanggung jawaban pengurus tahun depan...setuju kayany hal-hal sperti ini harus diperjelas batasannya,, yang mana acara PPI Cabang yang mana acara PPI UK yang mana acara PPI UK tahun ini mana yang tahun depan...which is which has to be clearly defined...

cheers...

 

-ANGGA-

Hoodies are out!

 

Who's online

There are currently 0 users and 2 guests online.