I'm not asking this question as Administrator or Moderator nor as the Member of Executive Committee, but only as a Member with a little bit of curiosity.
Why should other people be lead by you?
This question is simple yet tricky; you may answer with simplicity too, or with complexity, but remember, complexity isn’t always better.
Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer
tentang Leadership
Halo Eko apa kabar ko??
Indeed its a tricky, but its a very good question though..cos everyone has to know about it..thanks for asking that buddy...
Kenapa saya cocok untuk memimpin anda??
1. Saya punya kapabilitas untuk memimpin. Maybe its already on my blood, karena dari kecil saya udah dididik untuk jadi panutan dan bisa jadi pengayom untuk adik-adik saya, dan hal ini terbawa samapai sekarang.
2. Leadership is all about COMMITMENT AND COMMUNICATION (Quality' Gurus said it). Komitmen jelas dibutuhkan dan harus ada dalam jiwa pemimpin, jika pemimpin bisa komit akan semua tugas dan tanggung jawabnya organisasi itu akan berjalan, DENGAN CATATAN dia harus bisa MENGKOMUNIKASIKAN VISI MISI DAN STRATEGI-STRATEGI YANG AKAN DIA LAKUKAN ke semua elemen dalam tim. Kalo proses komunikasi dan penanaman hal ini tidak ada buat apa??non sense..karena pemimpin jelas tidak bisa sendiri dalam melakukan hal ini semua...working together as a team is a must.
Dan soal KOMITMEN saya, jelas dengan saya maju di pimilihan ini sudah suatu bukti bahwa saya komit dengan organisasi ini. Walaupun saya misalnya tidak jadi ketua saya akan tetap mengambil bagian dalam kepengurusan kedepan, entah wakil atau Ketua divisi (saya interest di keilmuwan ataupun internal) saya SIAP!!
Dan soal komunikasi, saya tipikal orang yang sociable dan dari media-media yang dan pertemanan saya dengan anak-anak PPI kota lain akan jadi senjata saya dalam mengkomunikasikan visimisi dan strategi saya. Dan saya kemapuan ini vital untuuk seorang Ketua PPI UK, karena sang ketua deal with diversity and so many PPI Cabang dan perwakilan kalo hal ini gak ada, gawat mas...
Sekian...
SALAM Hangat
-ANGGA-
Basic Question of Leadership
saluuuuut..jawaban anda to the point
jujur andalah yang paling commitment dari semua calon..saya suka anda menjawab to the point sama seperti bung ancha..semoga commitment ada dapat dipegang setelah proses pemilihan berakhir..
oh iya, jaga kesehatan ya angga..semangat terus tularkan semangatmu pada calon2 laen..
saya tidak suka jawaban yang hanya penuh retorika tanpa makna..ngerjain assignment juga dsini klo out of topic yah kena penalty ato ga dapet nilai..hahaha
salam
FD
tanggapan
kabar baik, elo sendiri gimana kabarnya? gw denger kamera loe ilang di london yach? udah lapor pulisi blon?
~ end of informality, lets start with the real thing:
1. about "Born Leader", I won't ask for proof, coz it comes as long as you live within it. just want to tell you something,
seseorang yang pandai menulis, pasti banyak membaca
seseorang yang pandai berbicara, pasti banyak mendengar
seorang pemimpin yang baik harus juga bisa dipimpin dengan baik
nah, plesetannya:
seseorang yang pandai menipu, pasti dulu juga sering ketipu (jokes)
2. leadership is not only about commitment and communication, but also about passion and a lot of other things. (and try to define your own jargons)
anda telah menjelaskan komitmen anda kepada organisasi (yang dalam hal ini adalah PPIUK), hal berikutnya yang saya tanyakan adalah: bagaimana komitmen anda terhadap pendidikan yang sedang anda tempuh sekarang, komitmen anda terhadap diri anda sendiri, dan terhadap orang tua anda.
FYI, PPIUK berada dibawah naungan dan perlindungan KBRI London, dalam hal ini yang ditugaskan adalah Atase Pendidikan dan Kebudayaan (ATDIKBUD) yang saat ini dijabat oleh Prof. Riza Sihbudi. Beliau selalu mengawali pidatonya kepada kita (pelajar dan mahasiswa Indonesia di UK) bahwa: "Jangan lupa, tugas kalian yang utama disini adalah BELAJAR", walaupun dalam hati saya selalu menjawab: "saya bukan orang yang hidup untuk belajar, tapi saya orang yang belajar untuk hidup, dan saya bukan orang yang hidup untuk bekerja, tapi saya orang yang bekerja untuk hidup"
Membaca dari CV anda, saat ini anda sedang menempuh jenjang pendidikan Master Degree alias S2. Jenjang pendidikan S2 di UK termasuk yang memiliki durasi tersingkat dibandingkan dengan negara2 lain, yaitu hanya 1 tahun, dalam 1 tahun tersebut materi yang diajarkan tentunya sangat padat, karena akreditasinya menyamai S2 di Amerika yang membutuhkan waktu 2 tahun. Apakah anda sadar akan hal itu? Apakah anda mampu berkomitmen bukan hanya untuk berorganisasi, tetapi juga untuk membagi waktu dengan baik sehingga tidak melupakan tugas anda yang utama disini? Saya bukan berniat menakut-nakuti ataupun meremehkan kemampuan intelegensi anda, tapi perlu anda ketahui, untuk mendapatkan nilai 70/100 di UK itu tidak semudah mendapatkan nilai 70/100 sewaktu anda kuliah di Indonesia, effort yg perlu anda keluarkan untuk menembus nilai 70 tidak berbanding lurus dengan angka 70 itu sendiri (70 tu bates distinction setahu saya kalo blon dinaikkan, seperti expectasi yang tertulis di CV anda) well sambil nulis ini saya baca lagi cv anda, eh anda ternyata kirimkan cv anda yg versi word (yg lebih baru, sebelumnya kan pdf) eh koq expected resultnya turun jadi merit mas? sekali lagi bukan bermaksud menghina atau merendahkan, (tapi kalo ada yang merasa terhina atau direndahkan ya ketahuilah bahwa itu sesuatu yang saya sengaja, hahahaha) si ado, ketua ppiuk yg sekarang yg dulu di ITB IPKnya cukup tinggi pun disini banyak subject yg fail dan harus resit, ya syukur2 bisa lulus dengan rata2 merit, lha kalo cuma pass? ato bahkan fail? ada lho mas orang indo yang fail master disini, bahkan banyak, akhirnya degreenya gak dapet, buang waktu dan uang selama 1 taon disini, jangan termakan oleh kata2 orang lain yg bilang kita orang indo punya tingkat inteligensi yang lebih tinggi dari orang2 bule (sori kalo ada yg salah spelling, saya ngetik cepet2 sambil ngantuk2, harap maklum), kita sebagai bangsa indonesia itu udah cukup dibodohi dengan kalimat semacam itu, dibilang tanah kita subur lah oleh penjajah jaman dulu jadi kita malas2an, dibilang negara paling sukses lah yg telah membasmi terorisme, itu semua hanyalah trik untuk membuat kita arogan dan lupa daratan, dan tingkat selanjutnya setelah timbulnya aroganisme adalah DOWNisme, kinerja turun karena udah merasa paling hebat krn berada di posisi atas, dsb. dan tentunya kita jangan terlalu rendah diri juga, tapi juga jangan terlalu tinggi hati.
(soal cv anda, kami gak menerima revisi setelah tanggal 9 kemaren karena hari setelahnya telah dimulai masa kampanye, hanya dalam kurung ini saya berbicara sebagai Administrator)
lanjut, mengemban tugas sebagai ketua PPIUK itu bukan cuma butuh commitment and communication skill mas, ntar bakal banyak tuntutan dari sana sini, dicongkel dari sana sini, model indonesia aja kalo ada pejabat baru baru duduk trus kursi blon panas udah disenggal-senggol biar lengser, kalo anda misal kepilih, tabah ya, jangan nangis, terutama ntar waktu mubes (meskipun blon kepilih), bocoran aja neeh, gw bakal jauh beda dari yg elo kenal pada saat tersebut tiba, inget2 masa ospek aja, hahaha, bukan mengekalkan senioritas disini, tapi mental seorang pemimpin benar2 harus diuji dan terlatih, apalagi kalo untuk kedepannya anda memiliki keinginan untuk masuk tingkat organisasi yang lebih tinggi, negara misalnya, jadi politikus, bisinismen, etc, pengalaman2 tersebut tentunya akan banyak membantu anda di masa depan.
masalah time management, saya udah singgung sedikit diatas, tambahan aja, disini pasti bakal sering disuruh nulis essay, ribuan kata, dan dosen2 disini udah terlatih dan dengan mudah mengetahui tulisan yang dibuat dengan sistem kebut semalam dan tulisan yang dibuat dengan penuh passion oleh mahasiswanya, yang dibuat draft dulu, trus diedit2 kata2, grammar, etc, berkali2. karl marx dikontrak pertama kali untuk menulis buku das kapital itu cuman 6 bulan pada awalnya, dan pada akhirnya dia nulis buku itu selama 15 tahun (for skill of writing of Karl Marx), dan lihat hasilnya, dikenang sepanjang masa, dia juga reporter, artinya dia juga nulis artikel2 yg cuma butuh waktu semalam, tapi apakah dia dikenang oleh orang karena artikel dia, ato karena buku deskapitalnya? saya bukan bermaksud nyuruh anda untuk nulis essay anda selama 15 tahun ato supaya dikenang seperti marx, maksud saya hanya untuk mempertegas essay yg dibuat SKS sama essay yg proper written with passion in it.
saya salut karena anda salah satu dari 2 orang kandidat yg telah mereply pertanyaan pertama saya tentang "Why should other people be lead by you", sampai saat saya menulis tanggapan ini, 2 kandidat yg lain belum menjawab pertanyaan tersebut, mungkin masih mikir2 dan mao belajar dari yg udah njawab, gak apa, no pressure, tanggal 18 masih lama, belanda masih jauh (hati2 lho dengan kalimat seperti ini, saya sudah singgung diatas). Kandidat satunya lagi yg udah jawab ternyata lagi PhD, jadi gak bisa semena2 replynya... hahaha, jadi elo jadi korban gw dulu neeh, sorry yach! ^ ^
akhir kata, i'm very appreciated for what you're doing, saat ini jarang ada anak muda yg punya semangat berorganisasi, kebanyakan adalah pragmatist dan apatist, gud luck and i hope you can achieve what you want, because only two things in this universe that prevent human being from revealing their true potential to achieve the greatness, it's either their fear, or their laziness, i hope you can overcome both of them.
NB: tambahan untuk tanggapan communication skill anda, jangan cuma jadikan teman2 anda yg baru ato yg anda kenal dari ITB sebagai senjata, bangun relasi dengan semua orang tanpa mengenal SARA, juga relasi dengan pengurus yang terdahulu, kalo ada yg gak ngerti silahkan bertanya kepada para senior, mereka pasti akan dengan senang hati membantu pengurus baru yg humble, dan selalu ingat, diatas langit, masih ada langit, dan kalimat yg berikutnya saya pinjam dari spiderman, great power comes with great responsibility too, dan saya tambahin, we do always have a choice and we live with the consequences.
NB lagi, sori kalo banyak:
Perhimpunan Pelajar Indonesia alias PPI pertama kali dideklarasikan sekitar lebih dari 60 tahun yang lalu oleh Drs. Moh. Hatta yang waktu itu bersama rekan2 beliau lainnya sedang menuntut ilmu di belanda. pada masa itu PPI memiliki eksistensi yang sangat tinggi di tanah air meskipun berada half the globe away from home. PPI waktu itu mampu mengkritik pemerintah, menekan, dsb. Dan ingat, jaman itu belum ada yang namanya INTERNET
tapi setelah merdeka, lah udah keenakan, PPI gak ada lagi gemanya. beberapa tahun lalu saat PPIUK diketuai oleh Sdr. Dr. Mahdi Putra, banyak artikel yang masuk detik.com, kompas, ataupun media elektronik lain yang menggelegarkan nama PPIUK, mungkin karena beliau memiliki pengetahuan dan pengalaman politik. namun pengganti2 beliau setelahnya gak ada lagi, press release suatu event aja gak dibuat, publikasi 1 hari sebelumnya (maaf kalo ada yg tersinggung, ini sengaja), bahkan ada event yg baru dipublikasi setelah acaranya udah berakhir, i hope you can do much more better than that, or at least, not make it worse
udah, cukup sekian, capek juga nulisnya, sori kalo kepanjangan, sori juga kalo role saya di comment ini gak jelas antara admin ato member, dan sori juga kalo ada kata2 yg salah, dan sori juga kalo ada pihak yg tersinggung, ingat, itu hal yang saya sengaja.
Terima kasih
Mantap
Two thumbs untuk Bung Eko
Salam Kenal Bung Eko,
Walaupun panjang, saya menikmati sekali apa yang telah anda tuliskan. Cukup detail sekali analisa anda mengenai dilema antara belajar untuk menuntut ilmu (yang merupakan amanah dari orang tua) dan juga mengemban amanah sebagai pengurus PPI UK.
Membaca sekelumit sejarah tentang PPI UK, saya sependapat dengan bung Eko bahwa saat kepemimpinan bung Mahdi lah PPI UK bener2 gaungnya ada. Saya perhatikan sekilas beliau merupakan pemimpin yang visioner dan mengerahkan usaha untuk mewujudkan visi tersebut. Kebetulan saya pernah berdialog dengan beliau dan saya liat beliau memang cenderung memandang masalah dari big picture dan menawarkan solusi yang measurable.
Pada kepengurusan beliau lah pertama kali mencanangkan agar PPI UK menjadi organisasi yang lebih profesional daripada hanya sebagai sebuah paguyuban atau tempat kumpul-kumpul biasa. Beliaulah secara tahap demi tahap mengevaluasi gap yang terjadi di kepemimpinan sebelumnya dan dari gap tersebut berusaha merumuskan visi dan misi PPI UK kedepan. Tentunya hal ini hal positif yang perlu dicontoh untuk pengurus thn depan.
Pertanyaan pribadi dari saya untuk bung Eko. Berapa kali anda terlibat dalam kepengurusan PPI UK? Bagaimanakah ketika anda masuk ke dalam sistem kepengurusan terlibat agar PPI UK "is on the right track". Dalam artian bisa seperti at least punyanya Bung Mahdi.
Maaf saya mungkin terlalu banyak memberi contoh dari Bung Mahdi. Namun, beliau ini mungkin adalah figur yang sangat baik dalam hal manajemen ini karena toh study PhD beliau tetep lancar2 saja bahkan mendapatkan Xcel award.
Mohon dishare lagi pengalaman yang sangat berharga dari Bung Eko agar bermanfaat bagi kandidat terpilih nanti.
Taufiq (seorang rakyat biasa di PPI UK)
terima kasih
Mas Eko makasih yah..
masukan yang bagus banget mas,,
saya jawab singkat ya mas (maaf buru-buru mau ke Nottingham soalnya heehe ATDIKBUD)
soal komitmen terhadap diri saya..komitmen ini jelas termasuk studi saya ya mas...iya mas, kuliah tetap prioritas utama, dan dalam organisasi saya harus bisa membagi pekrjaan saya dengan tim dan ini mutlak kerja sama dalam tim saya nanti adalah sebuah keharusan..kuncinya, team building yang bagus dan orang-orang yang mau komitmen dalam tim harus saya dapatkan....jujur mas itu kekhawatiran saya dulu, tetapi karena ada orang yang mendukung saya dan saya merasa niat jadi ketua PPI UK ini tulus dan suci saya yakin hal baik pasti akan selalu diperlancar jalannya...dan kalo boleh sedikit bercerita pengalaman saya dulu, waktu tingkat akhir di kampus saya menjabat sebagai SEKJEN MTI ITB, saya juga asisten lab disana, dan tingkat 4 di TI ITB beban workloadnya tinggi sekali dan saya tipe orang yang makin ditekan semakin bisa membagi waktu,,bukan sombong mas, tapi saya bisa achieved di 3 bidang itu, IP saya 4 di 2 semester terakhir, kepengurusan saya berhasil, dan beres juga jadi asisten...ya dengan modal ini saya yakin semua pasti bisa dimanage...kalo orang tua, saya maju sudah dibicarakan, jelas orang tua khawatir tapi saya bisa meyakinkan mereka dan jelas ini jadi trigger tersendiri buat saya untuk bisa achieve di studi dan PPI, make them proud is one of the biggest support mas...
sekian mas, makasih banyak atas masukkannya...i really appreciate it..
-ANGGA-
suatu rahasia, yang kemudian menjadi half-rahasia
menaggapi pertanyaan pribadi tf_el, salam kenal juga bung, (sebelumnya saya minta maaf sama angga kalo saya menanggapi pertanyaan pribadi didalam folder anda, btw buat adiwan, sebenarnya yang saya tulisakan itu untuk semua kandidat, tapi karena saya sebelumnya sudah mengenal 3 kandidat lain secara personalitas lebih daripada saya mengenal mas angga, maka saya putuskan untuk posting reply yg panjang diatas itu didalam ruang kampanye mas angga, meskipun reply saya kali ini bakal gak kalah panjang juga)
ok, balik lagi ke pertanyaan pribadi tf_el, saya cuma ikut 1 kali dalam kepengurusan PPIUK, saya pertama kali menginjakkan kaki di tanah UK bulan september 2007 tahun lalu, pertama si masuk jadi pengurus PPIMIB (Birmingham) dulu, kemudian dimintai tolong si ado untuk ngurus website PPIUK karena kebetulan orang yg ditugaskan untuk itu mengundurkan diri dan hilang entah kemana.
sejak saya masuk kedalam masa kepemimpinan ado dan hingga sekarang saat hampir lengser, terus terang bung, saya sama sekali tidak mendapatkan pengalaman organisasi dari beliau (sebagai kritik juga buat bung ado, which will be compared with my story below). saya masih ingat waktu mubes ppiuk desember 2007 tahun lalu di manchester, saya menyarankan suatu program kerja kepada ado, yaitu tourism fair, latar belakangnya adalah orang2 bule disini tingkat kehidupannya sudah jauh lebih tinggi dibanding orang asia, apalagi indonesia, mereka punya waktu untuk weekend menghabiskan waktu bersama keluarga, punya waktu untuk jalan2 keluar negeri, berpetualang, ada orang british yg nulis buku perjalanan dari london ke singapore hanya melalui jalur kereta api, dari london pake eurostar, lanjut trans siberia (jalur kereta api terpanjang di dunia yg menghubungkan moskow dengan beijing, kalo gak salah) dan akhirnya sampe singapore, sama sekali tidak menggunakan jalur transportasi udara di jaman modern ini, mereka sudah sampai di tingkat mengejar kepuasan pribadi dan pengalaman hidup, ada juga pasangan suami istri yg keliling dunia naik sepeda, dari inggris juga, namun sayangnya sampai di aceh suami ato istrinya kena salah tembak TNI dan GAM sehingga meninggal dunia, nah saat itu saya merasa kita sebagai pelajar disini punya kapability dan kesempatan untuk memperbaiki citra pariwisata indonesia di mata dunia. apalagi garuda indonesia sudah diBAN dari UNI eropa gara2 kasus munir. london adalah kota yang sangat internasional, sewa ball room di salah satu hotel kelas kakap selama 2 atau 3 hari sudah cukup, saya yakin menteri pariwisata pasti akan sangat mendukung acara tersebut, apalagi ada visit indonesia 2008. saat itu ado menyambut dengan mengatakan usul yg sangat baik dan akan dipertimbangkan, tapi dia menambahkan kalimat semacam ini: "kita juga harus tahu kapasitas kita sebagai pelajar bla bla bla", ok, saat itu saya menganggap beliau sebagai sosok seorang pemimpin yang harus saya telandani. waktu berjalan demi waktu, ternyata saya kenal orang2 lain selain ado, yang juga berada di organisasi masyarakat di UK (yang pasti bukan hanya PPIUK). Ternyata saya belajar jauh banyak dari mereka tentang cara ber-organisasi, leadership, bargaining position, art of negotiation, emotion control, public speaking, time management, self management, people management, to be a self motivated and hard driven person, etc, dan kemudian saya sudah memandang PPIUK saat ini udah jauh dari apa yg saya harapkan, contoh2nya udah saya tulis di comment sebelumnya.
saat itu secara tidak langsung ado mengatakan kepada saya "to know my limit" but then someone else told me that "my limit are there to be broken"
saya mao cerita suatu rahasia disini, kalo anda mengikuti TV series "prison break" sampai season 3 (rahasia yg akan saya ceritakan bukan tentang film ini lho), ada suatu organisasi berupa "tangan-tangan tak terlihat" yang mengontrol hampir semua decision penting yang diputuskan oleh United States, they are know as "the company". nah, di US itu cuma konspirasi, tapi di UK ini, ada bunch of indonesian people yg sejalan, senaluri, seirama, semotivasi, setujuan, yg secara kurang lebih ber-act-like "the company", and they are real!
ada teman saya yang mengatakan bahwa dalam politik, tidak ada kawan dan lawan, yg ada adalah kepentingan, artinya karena kepentingan yg sama, lawan pun bisa jadi kawan, dan sebaliknya, karena berbeda kepentingan, kawan pun bisa jadi lawan, but here is the rule: keep your friend close, and your enemy closer! and trust nobody but yourself (i mean trust in realy-realy-realy trust)
nah orang2 tersebut sudah muak melihat bangsa kita dibodohi bangsa sendiri selama ini, orang2 yg pintar2 pada lari ke luar negeri karena di negara sendiri gak dihargai. indonesia dulu bisa merdeka karena terlebih dahulu para calon pemimpinnya telah "bersatu", nah pertanyaannya, setelah merdeka, apakah kita (generasi muda, sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan) sudah bersatu? kenapa masih banyak orang2 intelektual yg kemudian survive demi dirinya sendiri di luar negeri karena mereka dikecewakan oleh bangsa sendiri? mengapa mereka dikecewakan? karena mereka bergerak sendiri, dan kenapa mereka bergerak sendiri? karena mereka tidak bersatu. "bunch of indonesian people" yg saya sebutkan diatas memiliki tujuan bersama untuk menyatukan bangsa indonesia yang memiliki kemampuan intelektual lebih dan terpencar2 di luar negeri, kalo mereka bisa dikumpulkan dan bersatu, insya allah bangsa kita akan lebih maju.
tahap berikutnya setelah tujuan mengumpulkan orang2 itu tercapai, adalah bagaimana supaya pemerintah yg korup sekarang bisa dibasmi sampai ke akar2nya. satu2nya cara yaitu dengan mengambil alih posisi mereka, bagaimana itu? ada 2 cara, cara cepatnya adalah revoulusi yang akan menimbulkan banyak korban berdarah, cara lainnnya adalah melalui perjuangan diplomatis, alias politik.
mereka2 ini (yg di UK) bergerak seperti "tangan-tangan tak terlihat" dan membawahi organisasi2 masyarakat baik itu parpol maupun non parpol yg ada di UK (baik disadari maupun tidak disadari oleh organisasi2 tersebut), antara lain: PPIUK, KIBAR, Muhammadiyah, NU, ICMI, WADAH, PERKI, PKS, dsb. from now on, let's call them: "the company", who are they? i can't tell you their names, they want to remains anonymouse, so i have to keep secret. the only secret i could tell is I am one of them, and we are everywhere. or maybe some of you already know some of us. if you are interested to join us, you can approach me, because i'm the first and only person who declare "us" in public as "the company". we'll teach you a lot of things.
lanjut, saya mao bagi rahasia lain, dari 4 kandidat ketua PPIUK sekarang, 2 diantara mereka sudah dipersiapkan oleh "this company", 3 dari antara mereka saya kenal cukup secara personality, 1 yang belum cukup saya kenal dan "kami" anggap paling muda dan hijau, yaitu angga, karena itu saya posting ini semua didalam ruang kampanyenya ini. nah 2 dari 3 kandidat yg sekarang memiliki pengalaman organisasi yg lebih dari 2 lainnya, dan saya yakin mereka berdua sudah bisa membaca peta konflik semacam yang saya tuliskan disini. (eits, ada makna tersirat di paragraf ini, kalo anda punya tingkat analisa yg tinggi, anda pasti bisa membaca siapa adalah siapa)
nah saya mao loncat ke cerita lain. ada seorang yg jujur dan baik hati bekerja di suatu perusahaan pemerintah yang penuh korupsi dan sogok-menyogok, dia orang baru disitu, bosnya langsung kasih tau ini aturan sogok menyogok disini, kamu harus terima sogok sekian, ubah kwintansi ini itu menjadi sekian sehingga terlihat sekian dan sekian. namanya juga orang jujur, pastilah ada dilema dalam hatinya. nah dalam situasi semacam ini, kita bisa membedakan manusia menjadi 3 karakter:
1. seorang yg praktis dan pragmatis, ada 2 cabang dari orang jenis ini, either dia ikut jadi korup, atau mengundurkan diri dan cari kerja lain. yang ikut jadi korup udah gak bisa kita tolong, yg mengundurkan diri dan cari kerja lain yg lebih jujur, itu yg bisa kita ajak bergabung.
2. orang yg opportunist, yang tetap akan berada di perusahaan itu, sambil mencari celah untuk memperbaiki kekorupan yang sudah ada.
Nah pertanyaan saya, ini bukan hanya ke angga ato ke kandidat lain, tapi ke siapa saja yang baca pesan ini, anda masuk karakter yg mana?
nah, sistem "company" semacam ini sampai saat ini adalah sistem pemerintahan yang paling invurnerable, because they are invincible, and let says that someone inside (let says "me") betray the rest of them, I will definitely build another company, right on top of the existing one.
sistem sebelumnya adalah sistem anak ayam kehilangan induknya, pemimpin matek, bubarlah sudah, pemimpin dikudeta secara diam2 dan dipaksa turun kemudian dikurung di rumah sampe matek, bubarlah sudah. sistem jadul seperti ini sudah layaknya ditinggalkan.
l e e k w a n y e w dalam waktu 30 tahun membawa singapore dari negara dunia ketiga menjadi negara dunia pertama, dan kemudian dia mengangkat diri sebagai "minister mentor" satu2nya jabatan "minister mentor" di dunia ini, sebenarnya adalah sistem yg sama seperti "company" yg saya jelaskan diatas, makes current politician as a puppet, but the country runs great, people won't event ask or bother about democracy.
katakanlah saya gak setuju dengan the future of this company yg keknya bakal seperti paragraf di atas kalo mereka jadi "the company" nya indonesia, dan aku berselisih pendapat dengan mereka, dan aku adalah orang tipe opportunist dari contoh diatas, so this is what i am doing.
My job here is very specific, to make sure that PPIUK presidential seat not fall to wrong person at the wrong place at the wrong time. But i don't want that person being educated as a puppet, i want him/her being tought as a leader, with independency, integrity, and so on. And i want to make sure that every candidates has same opportunity with the others, especially angga, coz the other 3 already posses more knowledge about this "political map". so the only thing that will make a difference on mubes is: "their ability to show their ability"
so, angga, if you think that you can win this game with your current condition, with your current knowledge, with your current experience, with your current army, think again.
nb:bagi saya pribadi gak masalah siapa dari kalian berempat yg terpilih, "the company" is compromising with 50:50 chances here (even 50 from "the company" should weight hingher than the other 50), But i am a perfectionist, i don't compromise with possibility, probability, guessing, nor chances. That's why i want angga in particular to know above's things.
nb lagi:what this company can do? well they can do a lot of things, they can stop the flow of 8000pounds grant to PPIUK for instance.
nb lagi (terakhir neeh, sekedar masukan dan sharing pengalaman): ada orang yg pas2an kyk saya yg cuma join beberapa organisasi kecil dengan posisi kecil dan kemudian lulus dengan nilai pas2an, ada juga orang yg super genius, yg masuk berbagai macam organisasi besar dengan posisi yang besar2, sambil macarin beberapa cewek2 cantik dari berbagai macam negara sekaligus dan bisa lulus dengan distinction sebagai lulusan terbaik. pesan saya, buang jauh2 rasa rendah diri, pupuk rasa percaya diri, tapi jangan pupuk rasa tinggi hati, coz whoever you are, whoever we are, we are what we are, and i believe for those who interested in organizational experience are born to do much greater things than just sit in front of office desk waiting for payrol and pension.
-edit-
ups sori lupa logout dulu, malah posting pake admin
Serius?
nb lagi:what this company can do? well they can do a lot of things, they can stop the flow of 8000pounds grant to PPIUK for instance.
======================================================
Serius lo Ko? Dari statement lo tsb, org. bisa menafsirkan bahwa the company mampu mempengaruhi yg ngasih grant tsb. atau yang ngasih grant adalah merupakan bagian dari the company. Isi forum ini kan bisa di google. Bisa2 entar lo disomasi Ko.
Thanks
Bung Eko, tampaknya anda sudah punya banyak pengetahuan tentang organisasi di UK (bukan hanya PPI UK) walaupun anda baru satu tahun di sini. Salut! Anda memiliki pengetahuan ttg pragmatisme di lingkungan organisasi orang Indonesia di sini dan menurut saya kandidat terpilih harus mendapat banyak masukan dari anda dan mencoba melaksanakan. Bukan hanya mempertimbangkan :D (maaf buat yang tersinggung.. hehehe).
Mengenai organisasi lain di UK yang bisa kita belajar berorganisasi secara baik, saya setuju sekali bung. Kebetulan saya sudah mengikuti beberapa organisasi (walaupun hanya member atau pengamat) tapi menarik sekali dan justru organisasi tersebut menurut saya lebih bisa mengoptimalkan kerjanya dalam kondisi resource yang sangat limited dibandingkan dengan PPI UK.
Well, ttg company2 td saya mau coba menelaah lebih dalam ah.. hehehe... :D