Sebuah Renungan (KRITIK oto KRITIK)

Dear All,

Kawan-kawan semua, Salam Sejahtera,

Pertama, saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi kawan-kawan dalam memberikan masukan dan kritikan pada setiap posting yang ada di folder saya ini.

Sengaja saya memberi judul "Sebuah RENUNGAN (Kritik oto Kritik)", karena saya yakin bahwa kiat semua butuh masukan dan kritikan yang konstruktif (walau dalam perjalanan, sering kali kita mendapatkan cercaan dan kecurigaan.

Oh iya, ini juga sekaligus merangkum beberapa pertanyaan yang belum saya jawab sebelumnya secara gamblang.

Begini kawan-kawan, Saya banyak menerima masukan supaya tidak terlalu memunculkan sikap saya yang sangat berbau politik untuk mencalonkan diri sebagai Ketua PPI-UK.  Alasannya, karena tidak semua mahasiswa Indonesia di UK ini suka dengan POLITIK. Dan, katanya lagi....Mending membuat program yang lebih memancing daya tarik sebagian besar mahasiswa seperti menggelar kegiatan-kegiatan yang bisa berkumpul, sekedar menyalurkan hobby atau sekedar "bertamasya" bersama. Mendengar ini, saya merenung. Dalam hati saya bertanya. "Apakah seperti ini Potret Intelektual kita, yang nantinya akan kembali ke Indonesia, dan membuat sebuah pembaharuan atau perubahan, seperti yang dilakukan oleh para tokoh Perngerakan Indonesia yang dulu tergabung dalam PPI?".

Lalu, kembali saya mendapatkan kabar terbaru, serorang kawan berkata pada saya, "Bung Ancha, sekarang PPI cabang berdiri dimana-mana..." Belum lagi kalimatnya selesai, saya langsung memotong, dan berkata "Wuii...Luar biasa, artinya semakin tinggi kesadaran berorganisasi neh..." Tapi, kawan tersebut berkata, "Wait, jangan senang dulu kawan.....Ini terbentuk karena ada kepentingan Pemilihan Ketua PPI-UK, dan yang mempelopori semua ini adalah para tim sukses yang sudah berhitung-hitung suara, bung sendiri sudah berapa yang bung bentuk?". Saya terdiam, lalu saya bertanya "Belum satu pu saya membentuk, dana saya juga tidak, selian PPI-MIB, apakah ada yg akan mendukung saya. Lalu, salahnya dimana?" Kawan tersebut berkata "Kesalahannya ada pada Pemikiranmu, bahwa ini muncul dari sebuah kesadaran untuk beroganisasi, Sama sekalit Anda salah bung"......

Saya terdiam, kawan ini terus berbicara, tapi pikiran saya terus terfokus pada perntanyaan, apa iya Mahasiswa Indonesia di UK, masih ada yang berorganisai, hanya karena dorongan perolehan suara nantinya?. Sampai obrolan telepon berakhir, saya hanya terus berpikir seperti itu. Dalam hati saya, moga aja info ini hanya kabar burung saja, dan hanya mencoba untuk "memanas-manasi" saya. Dan, Kalo' pun bener, moga saja mereka yang di cabang baru adalah orang-orang yang mampu melihat sesuatu secara objektif, tidak dengan cara subjektif, memilih karena saling berkawan atau merasa berutang budi. Amin.

Saya mungkin tidak begitu pantai dibandingkan banyak mahasiswa Indonesia di UK saat ini. Cuma, sedih rasanya hati ini, jika harapan melihat mahasiswa Indonesia di luar negeri memiliki pisau analisa yang tajam, gandrung dengan teori2 yang kontemporer, ternyata pilihan politiknya tak lebih datang karena dari faktor SUBJEKTIF (Kedekatan, karena lama berkawan, karena lebih sering bergaul). Sangat Kasihan.

Saya mungkin bukan alumni universitas terbaik di Indonesia, karena kalo' pun saya lulus melalui seleksi nasional, orang tua juga tak akan mampu membiayai pendidikan saya. Apalagi jika melalui jalur Non-Seleksi Nasional (Ujian Lokal). Tentunya, adalah hal yang tidak mungkin. Sejujurnya, Saya belajar banyak, bisa dikata, bukan melalui bangku kuliah. Saya belajar tentang perjuangan hidup, dari Petani di sawah-sawah dan buruh-buruh pabrik di pedalaman Kalimantan Timur. Saya belajar politik dari media-media, kaderisasi-kaderisasi politik, lokakarya, sampai demonstrasi jalanan. Bagi saya ini lah "guru" saya yang sebenarnya. Bertemu dengan berbagai macam karakter manusia, mengorganisir konflik kepentingan kaum pekerja, menfasilitasi public-hearing dan negosiasi, menganalisis kepentingan politisi pada suksesi sebuah jabatan politik, sampai memobilisir pemogokan di pabrik-pabrik. Semua ini mengajarkan banyak hal. Tentang kewajiban, hak, solidaritas, persaudaraan, pengkhianatan, persekongkolan, penindasan, perkawanan, dan banyak lagi.

Saya banyak mengetahui, bagaimana para politis curang memobilisir para pemilihnya. Mereka membentuk organisasi2 penguyuban, membentuk tim-tim sukses yang tersebar ke seluruh penjuru, yang bekerja untuk membentuk cabang-cabang lagi, mengeluarkan dana yang cukup besar, mempopuliskan wajah "tuannya", membagi sembako dan kebutuhan mendesak masyarakat lainnya, semata-mata untuk mendaptkan simpatik dan suara.

Seringkali kuajaari kawan-kawan buruh dan petani untuk mengerjai mereka. Kami ambil sembakonya, kami ambil segala bantuannya, lalu saat pemilihan, semua tidur di rumah, tanpa ada yang datang memberikan hak suaranya di bilik suara. Orang banyak yg bilang. Kalian bukan warga negara yang baik. Tapi, kami justru balik berkata, kami lah sesungguhnya warga negara yag baik itu, yang tak akan memberikan suara, sampai partai dan para politisi kotor ini, hilang dari bumi Indonesia. Kami CINTA INDONESIA, makanya kami tidak memilih, karena tidak memilih juga adalah HAK, hak sebagai warga negara.

Disini, saya tidak ingin mengajak kawan-kawan untuk melakukan boikot politik. Tidak juga mau menhasut kawan-kawan untuk melakukan radikalisasi politik, saya paham bahwa kawan-kawan adalah orag yang paham ini semua, hanya satu keinginan saya. Menggaungkan nama PPI-UK sebagai oragnisasi mahasiswa Inodnesia yang PROGRESSIFF, MODERN dan INTERNATIONAL.

Kawan-kawan, mungkin ini hanya sebuah JARGON. Anggaplah seperti itu. Tapi, kadang jargon dibutuhkan untuk memberi kita semangat baru. kekecewaan saya pada kaum intelektual saat ini, karena lebih banyak yang menjadi INTELEKTUAL TRADITIONAL dibandingkan sebagai INTELEKTUAL ORGANIK (meminjam istilah Antonio Gramcy), yakni banyak mahasiswa yang hanya menikmati dirinya sendiri, dibandingkan mencoba untuk melihat potensi dirinya bersama dengan masyarakat, atau paling tidak mengerti tentang kondisi masyarakat, sehingga ada keinginan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih berpihak pada kepentingan BANGSA.

Harapan saya, MUBES PPI-UK akan melahirkan satu generasi yang matang, generasi yang siap menjadi pelopor. Memberi gebrakan-gebrakan baru untuk perubahan di Indonesia.

Itu saja dulu,

SALAM CERIA,

ANCHA

 

 

Nice Ancha

Yup....sepakat dan langsung mengena. Tapi gw masih yakin bahwa rekan2 wakil Cabang/Perwakilan akan menggunakan hati nuraninya ketika Mubes nanti, yaitu memberikan suara ke orang yang memang pantas untuk dipilih.

Gw yakin mereka tidak sebodoh itu untuk memilih kandidat yang gak berkualitas ketika tanya jawab langsung di Mubes hanya sekedar demi pertemanan.

Bagi pihak yang bikin cabang/perwakilan baru hanya demi menambah suara, ingatlah bahwa bola panas yang anda bikin bisa jadi balik menelan anda sendiri :).

Salam Ceria Bung (Maaf Ngutip :P)

Salut sama tulisan Anda Bung,

Semoga telpon yang anda dapatkan itu tidak benar. Husnuzon aja sama temen2 kita.

Isu mengenai PPI Cabang/Perwakilan memang sedang saya angkat dalam diskusi dengan ketua PPI Cabang/Perwakilan agar regulasinya diperjelas. Apakah status Cabang/Perwakilan itu hanya waktu awal berdiri atau diupdate lagi tiap tahun atau bagaimana? Klo misalnya di sebuah kota PPI Cabang yang sudah exist bertahun2 tiba2 pada tahun ajaran tertentu anggotanya kurang dari 5 apakah bubar atau bagaimana? Belum saya dapatkan jawaban yang memuaskan sampai skrg.

Saya mengangkat isu ini karena saya tidak ingin berlindung di belakang status PPI Cabang kota saya dan menjadikannya hanya pemanjang CV saya. Karena menurut saya di kota saya (Cambridge), jika menilik jumlah 5 orang itu suatu waktu bisa bubar loh PPInya.

Dalam pikiran saya awalnya memang melihat PPI UK itu sebagai ajagn kumpul2 saja (saya mungkin sekali salah karena saya orang baru). Jadi saya salut atas keinginan anda untuk menjadikannya sebagai organisasi yang progresif.

Taufiq

Untuk apa PPI UK?

salam,

sejak awal saya berusaha memetakan dari "mau kemana PPI UK?", "Untuk siapa PPI UK? (bagian satu dan dua) dan sebenarnya ingin saya tutup dengan "untuk apa PPI UK?", sayang karena kesibukan kampus, saya belum menformulasikannya dengan baik.

Dalam Mau kenapa ppi uk, saya coba memetakan beberapa peluang yang bisa dikerjakan lewat organisasi ini dalam masa mendatang. Sedangkan dalam untuk siapa PPI UK saya mencoba memetakan audien dari organisasi ini baik secara umum maupun khusus, baik di Inggris ini ataupun yang berada di Indonesia.

saya tidak berusaha muluk2 disana, dan mungkin terkesan abstrak. Tapi, semua program PPI UK harus berawal dari konsep dengan mempertimbangkan banyak hal dari historisitasnya hingga target2 khusus yang ingin dicapai dan kemudian dikembangkan pada tataran operasional dengan pertimbangan lapangan. Jadi klo ada yang sudah merasa memiliki rancangan program kerja yang kongkret tapi rasionalisasinya tidak jelas, jangan2 itu hanya reproduksi atau aktifitas behavioral berdasar insting belaka. Tidak memiliki beberapa dasar pertimbangan yang matang.

Saya sedikit komentar tentang 'intelektual organik' yang anda tampilkan dalam tulisan diatas. Sebuah konsep yang sangat bagus dalam dunia pergerakan khususnya gerakan-gerakan sosial baru. Saya cukup akrab dengan tradisi itu meskipun jalan gerakan yang saya ambil selama ini tidak secara langsung mennggunakannya.

Nah, Aspek Pengembangan Intelektualitas adalah satu bagian yang sangat penting dalam PPI UK. Saya kira kita harus mencurahkan segenap kekuatan untuk menstimulasi dinamikanya, yang seolah2 selama ini telah terbangun lewat diskusi publik dan TIIMI. Banyak media yang bisa di pakai, dan yang paling penting adalah berbagai aktifitas untuk mewujudkannya. Tawaran saya adalah melalui pengembangan komunitas2 berbasis bidang kajian masing-masing yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan jejaring sosial yang lebih mapan dan akhirnya bisa mengakumulasi beberapa kontribusi untuk kemajuan bangsa.

Jadi, menjadi intelektual dan sekaligus organisator adalah bagaimana dia bisa memberikan sumbangsih pikiran dan hasil kerjanya untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik... bukan kah begitu bung?

Amika Wardana (Micko) PhD Student Sociology University of Essex

Kang Taufiq

Setahu saya list PPI cabang/perwakilan selalu diupdate tiap tahunnya.  Itu harusnya ada di peraturan organisasi. Kalau pas kebetulan gak ada anggotanya ya PPI Cabang perwakilan tersebut bisa berubah jadi tidak aktif atau PPI cabang suatu saat bisa berubah jadi PPI Perwakilan dan sebaliknya. Syarat PPI Cabang/Perwakilan kan harus ada kepengurusan dan ada jumlah aggota minimal. Apabila nanti suatu saat di sebuah kota mulai ramai lagi pelajarnya, maka PPI UK bisa proaktif menawarkan untuk menghidupkan lagi cabang/perwakilan yang non aktif.

Jumlah anggota minimal itu seingat saya dengan pertimbangan kebutuhan minimum pengurus dan kalau tidak ada jumlah minimalnya bisa2 nanti kejadian cm ada 1 orang di suatu kota trus kemudian dia bikin kepengurusan PPI perwakilan tunggal (Ketua merangkap sekreataris merangkap bendahara merangkap anggota hehehe......) hanya demi kepentingan jangka pendek untuk menambah perolehan suara kampanye ketua PPI UK.

Seingat saya pas jaman 2005/2006 dulu usulan minimal jumlah anggotanya adalah 2 orang untuk PPI perwakilan. Ini adalah untuk menyesuaikan dengan jumlah minimum pengurus PPI perwakilan yang diusulkan waktu itu, yaitu Ketua dan Sekretaris. Tapi sepertinya setelah 2007 jumlah minimalnya jadi 5 orang.

Begitu mas Taufiq, semoga bisa menjawab kegalauannya :)

Mas Muslih, Pertanyaan Lagi ttg Cabang/.Perwakilan?

Klo ada di AD/ART ttg update status Cabang/Perwakilan tiap tahun tersebut mbok tolong ditunjukkan ke saya. Saya kok nggak nemu2 ya? hehehe.... atau itu ada di aturan lain organisasi?

Saya menyampaikan ini ada latar belakangnya. Di Cambridge awal kemaren yang terdeteksi setelah pembentukan pengurus hanya 9 orang maka statusnya harusnya perwakilan. Namun, ketika ada lelang MUBES, statusnya kok Cabang. Ajaib ya. Maka dari itu saya berasumsi bahwa bahwa status kami ditentukan pada awal berdiri.  Mungkin ada hal yang tidak saya tahu di sini. mohon pencerahannya!!

Klo skrg dah valid kok cabang... hehehe soalnya anggotanya 11 (itu pun belum termasuk anak2 Primary/Secondary School).

Cabang/Perwakilan.....kang Taufiq

Di AD/ART tercantum syarat susunan pengurus dan jumlah minimum anggota, jadi secara otomatis cabang/perwakilan akan non aktif atau berubah statusnya sesuai dengan ketentuan di AD/ART. 

Hal itu setahu saya berlaku juga di semua Society dibawah student union di UK. Ketika anda tidak mensubmit daftar comittee baru dan daftar anggota tiap tahun, maka secara otomatis society anda akan hilang dari list. Kasus seperti itu pernah terjadi di Nottingham, dimana Indonesian Society di Nottingham University hilang dari list Society di Student Union karena pengurusnya lalai mensubmit daftar pengurus dan anggota yang baru. 

Terimakasih pencerahannya :D

Terimakasih pencerahannya. Mungkin kasus kemaren hanya spesial saja dan waktu lelang MUBES lupa mengupdate status PPI kami. semoga hal yang membingungkan ini tidak terjadi di masa datang. Atau hanya saya saja yang bingung gak jelas aja ya :D. Maaf telah mencantumkan ini folder kampanye Ancha.

Taufiq

Sebuah Renungan (KRITIK oto

          Good Anca.

yang jelas saya berharap MUBES nanti bisa melahirkan seorang pempin yang bisa manjalankan roda organisasi PPIUK.

Dan saya yakin jika ketua PPIUK yang baru ini terpilih bukan karena berapa lama dia bersahabat atapun karena unusur2 yang lain,melaikan karena orang tersebut pantas untuk menduuki posisi ketua.kita lihat saja nanti.

salam hangat

DS

Tanggapan buat semua....

Terima kasih....

Saya pikir kawan-kawan semua bener....

Mari kita optimis...MUBES PPI-UK akan menjadi yang terbaik tahun ini...

Salam Ceria,

ANCHA

Mas Ancha

Salam Hormat Mas Ancha,

Well Said.

When you are content to be simply yourself and don't compare or compete, everybody will respect you.
Author: <a class="author" href="http://www.worldofquotes.com/author/Lao~Tzu/1/

When you are content to be simply yourself and don't compare or compete, everybody will respect you.
Author: 

Sponsored By

    

University Lists

      

            

      

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer