
Sekolah..sekolah..sekolah..dan terus sekolah sampai tingkat master secara langsung itu nampaknya sudah biasa dilakoni oleh sebagian banyak pelajar Indonesia di UK ini, namun perlu diingat melanjutkan sekolah juga merupakan salah satu alternatif untuk mencapai karir yang lebih baik di masa depan, kesempatan emas inilah yang melatarbelakangi Aditiya Irfan Rahman tak ragu untuk memberanikan diri melanjutkan studi di Inggris ketika perusahaan dimana ia bekerja membuka kesempatan beasiswa bagi karyawan-karyawannya.
Semenjak lulus dari program sarjana Teknik Industri-ITB dua tahun lalu, pria asal Jakarta ini telah bekerja selama 2 tahun di PT. IPC (Indonesia Port Corporation – atau yang dahulu lebih dikenal dengan PT.PELINDO II). Saat ini dia adalah fresher student program MSc Operation and Supply Chain Management di Newcastle University terhitung dari bulan Oktober 2012 ini.
“Wanting to enhance my knowledge and skill related to supply chain business process to support my next career, also want to add more experiences to life abroad and know more people from very different backgrounds” diakui oleh Adit sebagai motivasi utamanya untuk melanjutkan studi di Inggris.
Lantas bagaimana sih caranya? Berdasarkan penuturan dari Adit, proses seleksi beasiswa yang diadakan oleh perusahaannya terdiri dari beberapa tahapan:
Komponen beasiswa yang diberikan pihak perusahaan untuk mendukung proses studi Adit di Inggris meliputi tuition fee, living cost bulanan, book & internet fee serta tiket penerbangan pulang pergi dari Indonesia ke Inggris.
Layaknya beasiswa dinas lainnya, beasiswa program management trainee development program PT.IPC ini juga menerapkan aturan ikatan kerja selama 8 tahun setelah menyelesaikan studi bagi para karyawan penerima beasiswa dan jika karyawan memutuskan untuk tidak memenuhi ikatan kerja tersebut pasca studi maka diwajibkan untuk membayar biaya denda ganti rugi sebanyak tiga kali biaya beasiswa yang telah didapat.
Pada tahun ini, tak hanya Adit sendiri yang beruntung dapat melanjutkan studi di Inggris dengan berbekal beasiswa PT. IPC tetapi tercatat sebanyak 11 orang karyawan PT. IPC yang bersama-sama Adit ikut menempuh pendidikan master di Inggris yang tersebar di beberapa universitas berbeda; Liverpool Jhon Moores University sebanyak 6 orang, Newcastle University dan Plymouth masing-masing 2 orang serta seorang di Southampton University. Program beasiswa yang memang rutin diberikan setiap tahun ini juga mengirimkan beberapa karyawan PT. IPC untuk melanjutkan studi di negara lainnya seperti Belanda dan China.
Kesempatan untuk menuntut ilmu tak melulu harus dilakukan secara simultan berurutan setelah menyelesaikan jenjang pendidikan sarjana di tanah air, melalui penuturan pengalaman Adit ini terbukti bahwa dengan menjadi karyawan yang berkompetensi di perusahaan nasional juga membuka kesempatan ganda; melanjutkan studi ke luar negeri sekaligus meniti karir lebih baik di masa depan. Iya gak? So, jika ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi lagi bersamaan dengan kejelasan karir yang akan ditempuh mengapa gak coba aja mencari pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang memang rutin memberikan beasiswa pada para karyawannya?.
Kontak untuk informasi lebih lanjut:
Aditiya Irfan Rahman
General Manager Deputy's Staff
Operation Terminal III
PT Pelabuhan Indonesia II
Email: irfan.aditiya@gmail.com
Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer